TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Jumat 16 Januari 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Yesaya 2:4b.
Tema perenungan adalah Damai yang Sejati.
Khotbah:
maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas;
bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di dunia yang kita tempati ini, sejak zaman dahulu tak dapat dipungkiri seringkali dipenuhi ketegangan dan konflik dalam berbagai aspek dan tingkatan.
Hal ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari skala yang kecil, yakni dua individu, atau sekelompok masyarakat, sampai pada skala global, yang melibatkan antar suku bangsa.
Pertikaian ini terjadi dengan berbagai alasan, seperti perbedaan politik, kesenjangan ekonomi dan lain-lain.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bacaan Alkitab saat ini, ayat 4b sangat berkaitan dengan ayat 4a. Bacaan ini memberikan pengharapan bahwa suatu hari nanti, ketika Tuhan Allah menjadi Hakim dan Wasit atas seluruh bangsa di bumi maka semua alat perang akan diubah menjadi alat untuk bercocok tanam, bangsa-bangsa tidak berperang dan tidak belajar perang.
Ini bukan sekadar perubahan fungsi alat, tetapi simbol dari transformasi hati dan niat manusia.
Inilah yang dimaksudkan “Pedang yang ditempa menjadi mata bajak” dan “tombak menjadi pisau pemangkas”, untuk menjelaskan bahwa akan terjadi transformasi ke arah yang baik di masa depan.
Kekerasan akan lenyap, tidak ada lagi perang tetapi kasih dan damai sejahtera Tuhan Allah akan memerintah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini mengajak setiap anggota keluarga Kristen untuk merubah sikap dan perilaku dari yang merusak menjadi orang yang memiliki hati untuk membangun dan memelihara kehidupan.
Sebuah kehidupan yang diubahkan oleh Tuhan Allah untuk menjadi pembawa berkat dalam kehidupan ini.
Kehidupan yang diubahkan ini, hanya dapat dilakukan di dalam Yesus Kristus. Di dalam-Nya, ada penggenapan akan janji ini.
Yesus Kristus datang ke dunia untuk membawa perdamaian yang sejati, tidak hanya antara manusia dengan manusia atau manusia dengan lingkungan, tetapi yang lebih penting atau yang terutama antara manusia dengan Tuhan Allah.
Pengorbanan-Nya di kayu salib telah memutuskan siklus kekerasan dan membukakan jalan bagi kita untuk hidup dalam damai sejahtera-Nya.
Marilah kita hidup dalam damai di mana pun kita berada. Mari kita memilih kasih daripada kebencian, pengampunan daripada dendam dan perdamaian daripada konflik.
Tuhan Allah menolong kita untuk menjadi pembawa damai yang sejati, dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, jemaat, hingga masyarakat dan negara.
Doa: Bapa kami yang di sorga, jadikanlah kami sebagai pembawa damai sejahtera dimulai dari dalam keluarga, serta dalam kehidupan bersama dengan orang lain. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Sumber: dodokugmim.com