Bacaan Injil Katolik Sabtu 17 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
January 16, 2026 01:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Sabtu 17 Januari 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik.

Renungan harian katolik untuk perayaan wajib Santo Antonius dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Sabtu: 1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17 dan BcO Kej 8:1-22.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Sabtu 17 Januari 2026, Perayaan Wajib St Antonius

Bacaan Pertama:


1Sam 9:1    Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.

1Sam 9:2    Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

1Sam 9:3    Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."

1Sam 9:4    Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.

1Sam 9:17    Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."

1Sam 9:18    Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"

1Sam 10:1    Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:

Mazmur Tanggapan:

Mzm 21:2    (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela

Mzm 21:3    (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.

Mzm 21:4    (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.

Mzm 21:5    (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.

Mzm 21:6    (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Mzm 21:7    (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.

Injil Katolik:

Mrk 2:13    Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.

Mrk 2:14    Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

Mrk 2:15    Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

Mrk 2:16    Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"

Mrk 2:17    Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." 

Renungan Harian Katolik

Yesus berjalan di tepi danau dan memanggil Lewi, seorang pemungut cukai. Dalam pandangan masyarakat saat itu, Lewi adalah orang berdosa, pengkhianat bangsanya sendiri, dan tidak layak secara religius. Namun justru kepada orang seperti inilah Yesus berkata, “Ikutlah Aku.” Tanpa banyak kata, Lewi berdiri dan mengikuti Yesus.

Tindakan Yesus ini menimbulkan kegelisahan di hati orang-orang Farisi. Mereka tidak dapat menerima bahwa seorang guru rohani mau makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Bagi mereka, kekudusan berarti menjaga jarak dari orang-orang yang dianggap najis. Namun Yesus membalik cara pandang itu dengan berkata:
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”

Yesus menyatakan bahwa misi-Nya adalah menyembuhkan hati yang terluka oleh dosa, bukan memuaskan mereka yang merasa diri sudah benar. Ia hadir bukan untuk mereka yang menganggap dirinya suci, melainkan bagi mereka yang sadar akan kelemahan dan membutuhkan belas kasih Allah.

Sering kali kita pun tanpa sadar bersikap seperti orang Farisi: mudah menilai, cepat menghakimi, dan enggan bergaul dengan mereka yang dianggap “tidak pantas”. Padahal, setiap dari kita adalah orang sakit yang membutuhkan Tabib Ilahi. Gereja pun dipanggil menjadi rumah sakit rohani, tempat orang menemukan pengampunan, penerimaan, dan harapan.

Refleksi Pribadi

Apakah aku menyadari bahwa aku juga membutuhkan belas kasih Tuhan setiap hari?

Apakah aku lebih mudah menghakimi daripada mengasihi?

Sudahkah aku membuka hati untuk menerima orang lain sebagaimana Kristus menerimaku?

Doa

Tuhan Yesus, Engkau adalah Tabib sejati bagi jiwaku. Sembuhkanlah hatiku dari kesombongan dan sikap menghakimi. Ajarlah aku untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi, menerima seperti Engkau menerima, dan melayani dengan belas kasih. Amin. (Sumber iman katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.