IDAI: Satu Anak Terkena Cacar Air Bisa Tularkan ke 12 Anak, Hati-hati di Sekolah
kumparanMOM January 16, 2026 02:57 PM
Cacar air atau varicella merupakan salah satu infeksi yang rentan dialami kelompok usia anak-anak. Cacar air kerap dianggap penyakit ringan, padahal penyakit ini termasuk sangat mudah menular, Moms.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K), mengungkapkan cacar air memiliki tingkat penularan yang tinggi, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh yang lemah.
"Transmisi cacar air itu tinggi. R0 atau reproduction number-nya itu 8-12. Artinya, setiap satu anak yang menderita varisela, maka bisa menularkan kepada 8-12 anak di sekitarnya, terutama pada anak-anak yang kontak erat. Misalnya, satu sekolah, satu kelas, satu bangsal, satu rumah," jelas dr. Ratni dalam webinar yang diselenggarakan IDAI, Selasa (13/1).
Bagaimana Bila Anak Telanjur Kena Cacar Air?
Cacar air bisa membuat penderitanya tidak nyaman akibat rasa gatal dan panas pada kulit yang disertai munculnya ruam berisi cairan. Ruam ini umumnya menyebar ke seluruh tubuh dan dapat bertambah banyak dalam beberapa hari, sehingga berisiko menimbulkan luka jika digaruk.
Masih ada orang tua yang percaya air kelapa bisa membantu mengurangi rasa gatal akibat cacar air. Lantas, benarkah begitu?
Perbesar
Ilustrasi Anak Kena Cacar Air. Foto: Shutterstock
dr. Ratni menegaskan, air kelapa memang dikenal mengandung elektrolit seperti kalium yang berperan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Tetapi, bila dianggap bisa mengurangi rasa gatal, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya.
"Tapi, apakah anak varisela dapat diberikan air kelapa? Boleh saja, tapi belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal," tuturnya.
Ketika anak mengalami cacar air, dr. Ratni menyampaikan beberapa tips untuk membuat si kecil lebih nyaman:
Anak Tetap Dimandikan
Menurut dr. Ratni, anak yang mengalami cacar air sebaiknya tetap dimandikan. Sebab, jika tidak mandi, maka ruam berisi cairan akan segera timbul seperti miliaria atau biang keringat.
Baju Berbahan Ringan
Karena si kecil mungkin akan mengalami demam ringan, sebaiknya pakaikan baju yang berbahan ringan dan mudah berkeringat.
Obat Gatal
Untuk mengurangi rasa gatal di kulit, dr. Ratni memastikan anak-anak boleh diberikan salep anti-gatal seperti antihistamin.
Cukupi Cairan dan Kebutuhan Gizi
Yang tidak kalah penting, pastikan anak mendapat cukup hidrasi serta konsumsi makan-makanan yang bergizi selama mengalami cacar air.
Merawat Bekas Luka Cacar Air Agar Tidak Membekas
Bekas luka cacar bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bila posisinya berada di area-area yang cukup terlihat seperti wajah, tangan, dan kaki. Namun, jangan pernah coba-coba untuk memencet atau memecahkan cairan dari vesikel yang berisi cairan tersebut ya, Moms!
"Jangan digaruk, nanti akan pecah sendiri, membentuk luka sendiri, kemudian luka itu akan melepas sendiri dan kulitnya tetap mulus. Jangan menggaruk vesikel yang ada airnya itu," ujar dr. Ratni.
Kabar baiknya, risiko penularan bisa jauh lebih rendah jika anak-anak di lingkungan rumah maupun sekolah sudah mendapatkan vaksin Varicella. Apakah si kecil sudah imunisasi Varicella, Moms?