KDM Sidak Kerusakan Gunung Ciremai, Bupati dan Wabup Kuningan Kompak Tak Dampingi
January 16, 2026 02:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan kaki Gunung Ciremai, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026).

Namun, dalam kunjungan krusial terkait isu lingkungan tersebut, Gubernur tidak didampingi oleh Bupati maupun Wakil Bupati Kuningan.

Disambut Sekda, Bupati dan Wabup Ada Agenda Luar Kota

Ketidakhadiran pimpinan daerah Kuningan menjadi sorotan saat KDM meninjau lokasi penambangan batu dan objek wisata Telaga Nilem.

Kunjungan Gubernur hanya dikawal oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana.

Sekda menjelaskan bahwa Bupati Kuningan, Dian, sedang berada di Boyolali untuk Peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Baca juga: Bertemu KDM di Jalan, Buruh Ternak di Kuningan Kaget Terima Rp 5 Juta, Kini Bisa Punya Domba Sendiri

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti, tengah mengikuti Rakornas di Jakarta.

"Tadi Pak Bupati kontak saya, beliau menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur atas kepeduliannya menjaga kelestarian Gunung Ciremai," ujar U Kusmana di lokasi sidak.

KDM Semprot Kepala BTNGC: "Jangan Bicara Kewenangan, Gunung Sudah Gundul!"

KDM SIDAK -  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, yang kerap disapa KDM, tiba-tiba sidak ke lokasi pertambangan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026).
KDM SIDAK - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, yang kerap disapa KDM, tiba-tiba sidak ke lokasi pertambangan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026). (Istimewa/tiktok @dedimulyadiofficial)

Saat meninjau lahan yang gundul akibat aktivitas proyek dan tambang, KDM terlibat dialog panas dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Toni Anwar. 

KDM mengkritik pola penghijauan yang selama ini hanya bersifat seremonial.

“Kalau bicara kewenangan nggak akan selesai. Pertanyaan saya, nanam pohon di daerah gundul kewenangan siapa? Kenapa dibiarkan? Gundul itu, Pak! Nanam pohon jangan seremonial, setelah itu ditinggalkan, moal jadi (tidak akan tumbuh),” tegas KDM dengan nada tinggi.

Gagas Gaji Rp1,5 Juta untuk Warga Penjaga Hutan

Sebagai langkah konkret, Gubernur Jabar menggagas skema baru untuk memulihkan TNGC dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kontrak lingkungan.

  • Skema: Setiap warga menggarap dan menjaga 2 hektare lahan kosong.
  • Insentif: Warga akan digaji Rp1,5 juta per bulan untuk merawat pohon.

“Saya nanam pohon dan menggaji rakyat di TNGC, kewenangan saya bukan? Bukan. Tapi saya punya tanggung jawab terhadap tanah dan air Jabar, maka anggaran saya kerahkan,” ungkapnya.

Sentil Pencurian Kayu Sonokeling

Selain tambang, KDM menyoroti lemahnya patroli hutan menyusul maraknya pencurian kayu Sonokeling.

Ia berjanji Pemprov Jabar akan turun tangan menambah jumlah petugas pengawas demi keamanan kawasan konservasi.

“Orang nebang sampai nggak ketahuan, itu kurang patroli. Tugas kita menjaga Ciremai, bukan mengomersialkan Ciremai. Itu komitmennya,” pungkas KDM.(*)

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.