Intip Percakapan Istri dengan Tamu Spa, Suami Siri Cekik Pasangan Hidup, Ingin Mati Juga
January 16, 2026 02:43 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berawal dari melihat percakapan di WA istri dengan tamu spa, suami siri cemburu hingga mencekik istri dan berujung nyawa menyawang.

Suami bernama Ahmad Riansah (29) itu mengakui jika dirinya yang sudah membunuh sang istri siri SM (23).

Kecemburuan yang tak tertahankan berujung gelap mata hingga pasangan hidup pun diakhiri hidupnya.

Pelaku mengaku melakukan pembunuhan di kamar kos korban kawasan Jalan Letnan Arsyad, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Bekasi pada Rabu (7/1/2026).

SM diketahui seorang terapis asal Cianjur dan bekerja di sebuah spa.

Baca juga: Genangan Kian Surut, Penyaluran Nasi Bungkus untuk Korban Banjir di Tanahlaut Diakhiri

Baca juga: Babak Baru Gugatan Penelantaran Anak, Penyanyi Denada Sodori Ressa Rizky Rosano Opsi Mediasi

Pengakuan tersangka terungkap dalam video penangkapan pelaku yang diterima Warta Kota, Selasa (13/1/2026).

Ahmad ditangkap aparat kepolisian di Kampung Sanding, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (11/1/2026) malam, tak jauh dari kediamannya.

Dalam interogasi awal, Ahmad menuturkan rangkaian peristiwa tragis itu bermula dari permintaan sederhana yang berujung petaka.

Saat itu, ia mengaku tengah sakit dan meminta korban pulang lebih cepat dari tempat kerjanya.

Namun permintaan itu ditolak SM karena khawatir kehilangan pekerjaan akibat sering izin.

Cekcok pun terjadi melalui sambungan telepon.

Baca juga: Lowongan Kerja Kejaksaan Negeri Tabalong Kalsel, Tersedia 4 Posisi, Pendidikan Minimal SMA

Korban baru kembali ke kamar kos sekitar pukul 00.00 WIB sambil membawa makanan.

Pertengkaran kembali memanas keesokan paginya, dipicu tudingan pelaku bahwa korban masih berkomunikasi dengan tamu spa tempatnya bekerja.

Ahmad mengaku menyadap percakapan WhatsApp korban dan menemukan pesan-pesan yang membuatnya sakit hati.

Konflik tersebut diperparah oleh kondisi hubungan mereka yang tak direstui keluarga korban, memaksa keduanya hidup berpindah-pindah.

Cekikan itu mengakhiri hidup SM.

Ahmad mengaku sempat menemani jasad korban selama sekitar setengah jam sebelum meninggalkan kamar kos.

Dalam kondisi frustrasi, ia keluar untuk menenggak minuman keras.

“Iya, korban sudah meninggal pas saya keluar,” ucapnya lirih.

Tak lama berselang, Ahmad kembali ke kamar kos dengan niat mengakhiri hidup bersama korban.

Ia membeli cairan pembersih lantai dan meminumnya, namun upaya bunuh diri tersebut gagal karena ia muntah-muntah.

“Memang niatnya mau mati bareng-bareng. Saya beli cairan pembersih lantai, saya minum segelas kecil, tapi malah muntah,” tuturnya.

Baca juga: Polisi Ringkus Pria 25 Tahun di Banjarbaru, Bobol Motor dengan Kunci Khusus dan Dorong ke Kontrakan

Setelah gagal mengakhiri hidup, Ahmad mengambil pakaian dan meninggalkan lokasi.

Ia juga mengakui membawa uang milik korban, berupa saldo rekening sekitar Rp2,5 juta yang ditransfer ke rekening pribadinya serta uang tunai Rp300 ribu.

Kini, Ahmad Riansah telah diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan intensif.

Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif, kondisi psikologis pelaku, serta kemungkinan jeratan pasal berlapis dalam kasus pembunuhan tersebut. (tribunjatim.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.