Tindak Tegas Menkes Cegah Bullying di Dunia Kedokteran Terjadi Lagi
GH News January 16, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berbicara soal langkah Kementerian Kesehatan agar masalah perundungan dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS) tidak terulang lagi. Terbaru adalah kasus perundungan yang dialami oleh junior PPDS ilmu kesehatan mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Sebagai bentuk hukuman, Kemenkes telah memberhentikan sementara program PPDS kesehatan mata di rumah sakit tersebut.

"Memang kita tunda dulu proses pendidikan di rumah sakit M Hoesin. Program PPDS-nya tetap jalan, tapi yang di M Hoesin kita tunda sambil kita perbaiki, kekurangannya ada di mana. Kita sekarang sedang mengkaji untuk pelaku-pelakunya, nanti akan diberikan sanksi," ujar Menkes pada awak media, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Nanti Kemenkes akan kasih sanksi untuk penerbitan STR (Surat Tanda Registrasi)," sambungnya.

Demi mencegah kasus yang terulang, Menkes mengatakan pihaknya akan lebih tegas lagi dalam mengatasi masalah perundungan PPDS. Ia mengungkapkan saat ini aturannya sudah jelas, tinggal bagaimana penegakannya bisa terus dilakukan.

Langkah ini diharapkan bisa membuat aksi perundungan secara perlahan bisa berkurang dan akhirnya tidak ada sama sekali.

"Ini kan sistemnya sudah ada, peraturannya sudah ada. Sekarang tinggal di-enforce aja. Nah, dari satu peraturan itu harus ada hukumannya. Mudah-mudahan dengan seperti ini, kita lihatkan bahwa kita tegas kalau ada bullying seperti ini," ujar Menkes.

"Kita kasih lihat dan yang salah pasti kita hukum. Kemudian secara bertahap ini akan memperbaiki ekosistem PPDS di seluruh rumah sakit," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.