Desa Bugbug Kembali Memanas, Polres Karangasem Siagakan Ratusan Personel Hingga Sore
January 16, 2026 03:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Situasi di Adat Desa Bugbug, Karangasem kembali memanas saat digelarnya upacara Muu-muu di desa adat setempat, Jumat (16/1/2026).

Dua kelompok warga yang konflik berkepanjangan, saling berhadapan saat digelarnya prosesi upacara sakral di kawasan tersebut.

Sejak pagi, ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan upacara Muu-muu.

Baca juga: Pemkab Karangasem Dorong Warga Tertib Urus Akta Kematian Lewat Atma Kerthi, Beri Santunan Rp 2 Juta

Sementara dua kelompok warga sempat terlibat aksi saling dorong, saat berjalannya ritual.

Polres Karangasem bahkan mengerahkan 258 personil, yang terdiri dari 1 pleton negosiator dari polwan dan bhabinkamtimbas, 1 pleton Dalmas awal dari personil dari Polsek Karangasem, serta 3 pleton dalmas. Serta di backup personil intelijen dan reskrim.

Pengamanan dipimpin langsung oleh akapolres Karangasem, AKBP I Made Santikasebagai perwira pengendali di lapangan.

Baca juga: Remaja Karangasem Hipotermia Saat Mendaki Gunung Agung, Upaya Pencarian Berjam-jam

"Sementara situasi terkendali, kegiatan mecaru Muu muu dari pihak kelihan desa adat Purwa Arsana sudah selesai," ungkap Kasi Humas Polres Karangasem, IPDA Nengah Artono, Jumat (16/1/2026).

Namun pengamanan masih berlangsung, mengingat selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan Upacara Muu muu dari pihak kelompok masyarakat Gema Santi di tempat yang sama pada Pukul 16.00 Wita.

Baca juga: PETIR Sambar 2 Pura di Karangasem Bali, Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para & Pura Pucak Bukit Tegeh

"Personil kepolisian masih standby di sekitaran Desa Bugbug untuk memberikan pelayanan pengamanan kegiatan keagamaan di Desa Adat Bugbug," ungkap Nengah Artono.

Pihaknya juga menegaskan, kehadiran aparat kepolisian di lokasi hanya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, mencegah terjadinya adu fisik antar kedua belah kelompok, dan memberi penyekat dengan bosy system.

"Kami tekankan, pihak kepolisian tidak memihak ke salah satu kelompok, karena masalah adat menjadi permasalahan interen Desa Adat abugbug yang tentunya mereka bersaudara. Kami hadir untuk keamanan masyarakat luas, memberi pelayanan pengaturan lalulintas untuk kelancaran kepada masyarakat yang melewati Desa Bugbug," ungkap Artono. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.