Barcelona Tiru Cara Licik Real Madrid, La Masia Jadi Sumber Bisnis
January 16, 2026 04:57 PM

TRIBUNNEWS.COM – Barcelona mulai mengadopsi strategi transfer yang selama ini identik dengan rival abadi mereka, Real Madrid. Blaugrana kini menerapkan klausul penjualan kembali pada pemain muda, menjadikan La Masia bukan hanya sebagai sumber talenta, tetapi juga aset bisnis jangka panjang.

Langkah terbaru terlihat dalam proses kepindahan mantan penyerang akademi Barcelona, Angel Alarcon, yang saat ini memperkuat tim akademi Porto.

Klub sekota Barcelona, Espanyol dikabarkan tengah melakukan negosiasi serius untuk memboyong Angel Alarcon, dikutip dari Marca.

Meski secara langsung transfer ini melibatkan Espanyol dan Porto, Barcelona tetap memiliki kepentingan besar di dalamnya.

Saat Alarcon dilepas ke Porto, Blaugrana menyisipkan klausul penjualan kembali sebesar 50 persen dari nilai transfer berikutnya.

Artinya, setiap kepindahan Alarcon di masa depan akan tetap memberikan pemasukan langsung bagi Barcelona.

Tak hanya itu, dalam kesepakatan lanjutan menuju Espanyol, Barcelona juga dikabarkan kembali menyertakan klausul buy back yang memungkinkan mereka memulangkan Alarcon dengan harga tertentu jika sang pemain berkembang pesat.

MANTAN LA MASIA - Mantan akademi Barcelona (La Masia), Angel Alarcon yang saat ini membela FC Porto. (Instagram Angel Alarcon)

Model ini jelas meniru pola sukses Real Madrid, yang selama bertahun-tahun menjadikan klausul pembelian kembali sebagai senjata strategis dalam pengelolaan pemain muda.

Los Blancos kerap melepas talenta akademinya ke klub lain, namun tetap menjaga kontrol atas masa depan mereka.

Jika sang pemain berkembang signifikan, Madrid bisa mengaktifkan klausul buy back dengan biaya relatif murah atau mendapatkan keuntungan besar dari persentase penjualan.

Salah satu contoh nyata adalah Nico Paz, yang dijual Real Madrid ke Como dengan skema serupa.

Baca juga: Transfer Diam-diam Real Madrid: Harga Murah Nico Paz untuk Kembali Pulang

Gambaran Klausul Nico Paz

Como ternyata tidak memegang kendali penuh atas masa depan Nico Paz. Playmaker muda asal Argentina itu masih berada di bawah bayang-bayang Real Madrid, meski kini berstatus sebagai pemain klub Serie A tersebut.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Real Madrid dilaporkan menggagalkan langkah ambisius Tottenham Hotspur yang ingin merekrut Nico Paz dengan nilai fantastis mencapai 70 juta euro, dikutip dari Fabrizio Romano.

Spurs disebut sangat serius memburu Paz dan bahkan telah mengajukan tawaran resmi kepada Como. Namun, proposal bernilai tinggi itu langsung ditolak mentah-mentah.

Penolakan tersebut bukan semata keputusan Como. Di balik layar, Real Madrid memiliki peran krusial dalam menentukan nasib sang pemain.

Como sendiri hanya memegang 50 persen hak kepemilikan atas Nico Paz. Klub Italia itu merekrut Paz dari Real Madrid dengan harga murah, hanya 5 juta euro.

Namun dalam kesepakatan tersebut, Los Blancos menyisipkan sejumlah klausul strategis yang membuat mereka tetap mengontrol penuh masa depan Paz.

Real Madrid memiliki klausul pembelian kembali senilai hanya 10 juta euro yang bisa diaktifkan pada musim panas mendatang. Klausul ini bahkan berlaku hingga tiga tahun ke depan.

Tak hanya itu, setiap rencana transfer yang melibatkan Nico Paz juga wajib mendapatkan persetujuan langsung dari Real Madrid.

Tanpa lampu hijau dari Madrid, tidak ada kesepakatan yang bisa terjadi, berapa pun nilai tawarannya.

Situasi inilah yang membuat tawaran mahal Tottenham tak berarti apa-apa. Como tidak memiliki kebebasan penuh untuk menjual Paz, sementara Madrid masih memegang kunci utama karier sang pemain.

Di sisi lain, Nico Paz sendiri disebut masih menyimpan keinginan untuk kembali ke Santiago Bernabeu suatu hari nanti.

Kondisi ini semakin menegaskan betapa cerdasnya strategi Real Madrid dalam mengelola talenta muda. Meski melepas pemain, Los Blancos tetap menjaga kendali penuh atas masa depan mereka, termasuk dalam urusan nilai jual dan arah karier.

Kasus Nico Paz pun menjadi bukti nyata bagaimana Real Madrid terus unggul dalam permainan bisnis dan regenerasi pemain muda di sepak bola modern.

Tak Ingin Ulangi Transfer Dani Olmo

Barcelona kini mulai mengikuti jejak Real Madrid dalam mengelola pemain muda. La Masia tak lagi hanya berfungsi sebagai pabrik talenta untuk tim utama, tetapi juga disulap menjadi instrumen bisnis dan kontrol jangka panjang atas aset masa depan klub.

Perubahan strategi ini menandai era baru di tubuh Blaugrana. Barcelona tak lagi gengsi belajar dari rival abadinya, Real Madrid, demi mengamankan regenerasi sekaligus potensi keuntungan finansial.

Langkah tersebut juga menjadi upaya Barcelona agar tak kembali mengulang kesalahan masa lalu, salah satunya kasus Dani Olmo.

Saat itu, Olmo dilepas secara gratis ke Dinamo Zagreb sebelum bersinar bersama RB Leipzig. Ironisnya, ketika Barcelona ingin memulangkan produk akademinya sendiri, mereka justru harus menebusnya dengan biaya fantastis yang mencapai Rp1 triliun.

Pengalaman pahit itu kini menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Barcelona.

Lewat klausul buy back dan persentase penjualan kembali, Blaugrana ingin memastikan setiap pemain La Masia yang pergi tetap berada dalam radar dan kendali mereka.

Dengan demikian, Barcelona bukan hanya menjaga masa depan tim, tetapi juga melindungi nilai ekonomis dari talenta yang lahir dari akademinya sendiri.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.