Panasnya Derby Riyadh Al Hilal vs Al Nassr Merembet ke Timnas Arab Saudi, Rekan Setim Ronaldo Mutung
January 16, 2026 05:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Derby Riyadh antara Al Hilal vs Al Nassr tengah pekan lalu masih meninggalkan cerita panas.

Rivalitas klasik dua raksasa Arab Saudi itu kini dikabarkan merembet ke ruang ganti Timnas Arab Saudi.

Isu konflik kini menyeret rekan setim Cristiano Ronaldo, Nawaf Al Aqidi yang merupakan kiper Al Nassr dengan kapten Al Hilal Salem Al Dawsari, yang sama-sama menjadi pilar penting skuad Timnas Arab Saudi.

Isu ini mencuat usai kemenangan Al Hilal 3-1 atas Al Nassr pada pekan ke-15 Liga Pro Saudi musim 2025/2026 pada Selasa (13/1/2026) lalu. 

Dalam laga yang berlangsung di Kingdom Arena tersebut, Nawaf Al Aqidi mendapat kartu merah langsung pada menit ke-60 setelah insiden dengan gelandang Al Hilal, Ruben Neves. 

Keputusan wasit Prancis Francois Letexier sempat menuai perdebatan karena awalnya hanya memberi kartu kuning sebelum mengubahnya menjadi kartu merah setelah meninjau VAR.

Nama Salem Al Dawsari ikut terseret setelah. Jurnalis senior Arab Saudi, Saud Al Sarami mengklaim Al Dawsari dituding memberi tekanan kepada wasit agar meninjau ulang insiden tersebut lewat VAR.

Menurut Al Sarami, tindakan itu membuat Al Aqidi merasa dikhianati oleh rekan setimnya di tim nasional, yang notabene juga meruapakan kapten Timnas. Ia mutung alias ngambek dan kemudian keluar dari grup WhatsApp.

Baca juga: Di Balik Derby Riyadh: Mental Juara Al Hilal Menyala, Simone Inzaghi Tatap 20 Kemenangan Beruntun

SELEBRASI - Pemain Al Hilal merayakan setelah meraih kemenangan di Liga Arab Saudi. Al Hilal menaklukkan Al Hazm 3-0 di Stadion Kingdom Arena pada Kamis (9/1/2026) malam.
SELEBRASI - Pemain Al Hilal merayakan setelah meraih kemenangan di Liga Arab Saudi. Al Hilal menaklukkan Al Hazm 3-0 di Stadion Kingdom Arena pada Kamis (9/1/2026) malam. (Official Al Hilal)

Al-Sarami mengklaim bahwa usai laga, Al-Aqidi meluapkan kemarahannya kepada Salem melalui pesan di grup WhatsApp pemain Timnas Arab Saudi yang juga diikuti beberapa ofisial.

"Informasi ini pasti. Al Aqidi menuduh Salem telah menyeretnya ke masalah besar di hadapan publik Al Nassr dan mengancam posisinya di tim," ujar Al Sarami dalam program Malaeeb Maa Faisal Al Jafn, seperti dikutip dari Goal Arab.

Al Aqidi merasa tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang kapten Timnas Arab Saudi.

"Al Aqidi mengatakan tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang kapten Timnas Arab Saudi, lalu ia keluar dari grup WhatsApp pemain tim nasional secara permanen," kata Al Sarami.

Jika benar, situasi ini dinilai berbahaya bagi keharmonisan Timnas Arab Saudi yang akan tampil di Piala Dunia 2026 dan tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Tanjung Verde.

Al-Sarami meminta federasi Sepakbola Arab Saudi untuk turut bertindak atas masalah ini karena menjadi ancaman bagi persatuan skuad Green Falcons.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh agen Nawaf Al Aqidi, Mishaal Al Safa’i melalui akun X resminya.

"Saya berharap Saud Al-Sarami lebih berhati-hati. Informasi tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar," tulisnya.

Terlepas dari bantahan itu, isu ini kembali mengingatkan dunia sepak bola pada dampak laten rivalitas klub terhadap tim nasional. 

Sejarah mencatat, konflik serupa pernah nyaris memecah Timnas Spanyol di era keemasan 2008–2012, ketika perseteruan panas Barcelona dan Real Madrid mencapai puncaknya di era Jose Mourinho.

Kala itu, Timnas Spanyol yang diperkuat pemain Barca dan Madrid tetap mampu menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. 

Salem Al Dawsari dari Al Hilal merayakan golnya dalam pertandingan AFC Champions League Elite antara Al Ain dan Al-Hilal di Stadion Hazza bin Zayed pada 21 Oktober 2024 di Al Ain, Uni Emirat Arab. (Foto oleh Francois Nel/Getty Images)
KAPTEN - Salem Al Dawsari dari Al Hilal merayakan golnya dalam pertandingan AFC Champions League Elite antara Al Ain dan Al-Hilal di Stadion Hazza bin Zayed pada 21 Oktober 2024 di Al Ain, Uni Emirat Arab. (Foto oleh Francois Nel/Getty Images) (Francois Nel / GETTY IMAGES EUROPE / Getty Images via AFP)

Baca juga: Update Hasil Klasemen Liga Arab Saudi: Pahlawan Al Nassr Ada di Al Ahli, Ronaldo Cs Tetap 2 Besar

Kuncinya adalah intervensi figur dewasa seperti Iker Casillas dan Xavi Hernandez, yang dikenal dengan “panggilan damai” demi menyatukan ruang ganti La Roja.

"Kita terlihat seperti anak-anak di mata dunia. Kita merusak citra satu generasi dan persahabatan bertahun-tahun."

"Kita harus menghentikan ini demi tim nasional," demikian isi pesan Casillas kepada Xavi yang kemudian menjadi titik balik.

Pelajaran serupa kini relevan bagi Arab Saudi. Dengan kompetisi domestik yang semakin kompetitif, penuh bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Benzema, hingga Ruben Neves, tensi derby tak terhindarkan. 

Namun, federasi dan pemain senior dituntut mampu memisahkan rivalitas klub dari kepentingan nasional.

Apakah isu Nawaf Al Aqidi dan Salem Al Dawsari hanya sekadar rumor, atau tanda awal retakan serius di tubuh Green Falcons? 

Jawabannya akan terlihat dari bagaimana Federasi Sepak Bola Arab Saudi bertindak—dan bagaimana para pemain memilih menempatkan lambang negara di atas ego klub.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.