Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Selatan Kulon Progo, 3 Nelayan Berhasil Selamat
January 16, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebuah perahu nelayan dilaporkan terbalik akibat dihantam ombak laut tinggi di perairan selatan Kulon Progo, Jumat (16/01/2026). Beruntung nelayan yang berada di dalam perahu tersebut berhasil selamat.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menyampaikan kecelakaan (laka) laut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

"Laka laut terjadi di lepas Pantai Bugel, Kapanewon Panjatan," kata Aris pada wartawan.

Nekat melaut

Perahu dengan nama lambung Gerbang Segoro 4 tersebut dikendarai oleh 3 nelayan di mana 1 sebagai nahkoda dan 2 lainnya sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Mereka disebut nekat melaut saat gelombang tinggi.

Menurut Aris, mereka nekat melaut karena sudah beberapa hari tidak menangkap ikan akibat gelombang laut tinggi. Mereka pun berusaha menerjang ombak untuk bisa masuk ke laut lepas.

"Awalnya perahu berhasil menerjang beberapa ombak, namun saat akan menerjang ombak terakhir mesinnya tiba-tiba mati," ujarnya.

Ombak besar menghantam

Pada saat bersamaan, ombak besar langsung menerjang perahu tersebut hingga terbalik. Aris memperkirakan tinggi gelombang yang menghantam perahu mencapai 3 sampai 4 meter.

3 nelayan di dalam perahu pun langsung jatuh ke laut. Mereka langsung berenang menuju tepi pantai dan berhasil selamat dari kejadian tersebut.

"Perahu yang mereka kendarai mengalami kerusakan pada bagian sayap serta mesinnya," ungkap Aris.

Perahu tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke pesisir dalam kondisi utuh. Proses evakuasi melibatkan anggota SRI Wilayah V Kulon Progo dibantu para nelayan setempat.

Cuaca ekstrem

Aris mengatakan gelombang laut tinggi terjadi selama beberapa hari terakhir, disertai dengan hujan lebat. Kondisi itu menyebabkan nelayan absen melaut selama beberapa hari.

"Kami mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang tinggi," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga 18 Januari 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan cuaca ekstrem terjadi karena adanya Bibit Siklon Tropis 95S di Samudra Hindia. Akibatnya, pertumbuhan awan meningkat dan bisa menyebabkan hujan dengan curah sedang hingga lebat.

"Potensi hujan ekstrem ini bisa terjadi fi seluruh wilayah DIY," katanya memberikan keterangan resmi.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.