Jumat PAS Konsisten Berbagi ke Pondok dan Anak Yatim Selama Hampir Tujuh Tahun
January 16, 2026 03:42 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Jumat PAS (Pasti Ada Sedekah) terus menunjukkan konsistensinya dalam berbagi kepada anak yatim dan pondok pesantren di Kalimantan Barat. 

Sejak berdiri pada 19 Mei 2019, komunitas ini rutin menyalurkan sedekah setiap hari Jumat ke berbagai pondok dan anak yatim. 

Pendiri Jumat PAS, Norma Ismail atau yang akrab dipanggil Oma, mengatakan komunitas ini bermula dari kegiatan sederhana membagikan nasi kepada pondok-pondok pesantren.

“Awalnya cuma bagi nasi setiap Jumat ke pondok-pondok. Dari pondok satu ke pondok lain,” ujarnya Jumat 16 Januari 2026. 

Ia menjelaskan, dalam perjalanannya Jumat PAS juga ikut membantu mencarikan donatur bagi pondok yang membutuhkan perlengkapan ibadah maupun fasilitas belajar santri.

• Photovoice Angkat Kisah Warga Hadapi Banjir Rob di Pontianak

“Kami bantu carikan donatur untuk pondok, misalnya yang butuh karpet, kasur, Al-Qur’an, kita carikan donatur,” katanya.

Menurut Oma, saat ini Jumat PAS memiliki donatur sekitar lima orang meski jumlahnya tidak banyak ia bersyukur karena setiap Jumat selalu ada rezeki untuk berbagi.

Meski sudah berjalan hampir tujuh tahun, Oma mengakui tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi donasi.

“Kadang orang tidak konfirmasi, atau cuma baca pesan tapi tidak menjawab. Tapi kami sudah terbiasa. Yang penting setiap Jumat tetap ada sedekah,” tuturnya.

Dalam praktiknya, Jumat PAS kini lebih banyak menyalurkan bantuan berupa sembako dibanding nasi kotak karena terkadang basi. 

“Sekarang lebih ke sembako seperti beras, telur, gula, minyak, supaya bisa dipakai beberapa hari. Nasi kotak biasa terbuang kalau tidak habis jadi sekarang kami kasih sembako aja,” jelas Oma.

Oma berharap jumlah donatur Jumat PAS terus bertambah agar komunitas tersebut dapat membantu lebih banyak pondok pesantren dan anak-anak yatim.

Sementara itu, Reny Fitriani SP, yang bergabung sejak awal bersama Oma, menuturkan bahwa pada tahun pertama kegiatan Jumat Pas masih sangat terbatas dan sebagian besar dibiayai dari dana pribadi.

“Awalnya Oma itu sendirian. Hari Jumat cuma bagi-bagi nasi. Lalu Oma telepon saya, ajak bikin sedekah Jumat. Akhirnya saya sama Oma bergabung dan bertiga bersama ustaz Amin waktu itu. Tahun pertama masih sangat sedikit donatur, bahkan Oma sempat pakai uang pribadi untuk menghidupkan Jumat Pas,” ungkap Reny.

Seiring waktu, kegiatan Jumat PAS berkembang dari sekadar berbagi nasi menjadi bantuan yang lebih menyentuh kebutuhan pondok pesantren.

“Kami tetap bagi makanan, tapi juga menutup kebutuhan pondok seperti sajadah, Al-Qur’an, bahkan meja mengaji. Kita carikan donatur,” katanya. 

Reny menambahkan, dana yang terkumpul setiap pekan selalu langsung disalurkan.

Selain ke pondok pesantren yang ada di Pontianak Jumat Pas juga menyalurkan sedekah ke Padang Tikar, Landak, hingga Sambas. 

“Komunitas ini memang kecil, tapi Alhamdulillah yang namanya Jumat PAS, insyaAllah setiap hari Jumat pasti Allah cukupkan,” tuturnya. 

Reny mengungkapkan bahwa pihaknya juga memiliki binaan anak yatim yang berasal dari Pondok dan lingkungan sekitar. 

Bagi Reny, bergabung dalam Jumat PAS bukan sekadar kegiatan sosial tetapi juga menjadi pengalaman spiritual.

“Banyak keajaiban yang kami rasakan. Kadang sudah pikir tidak ada apa-apa, tiba-tiba Allah datangkan orang-orang baik,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut berbagi melalui Jumat PAS.

“Kalau ada yang mau sedekah berapapun, bisa menghubungi saya atau Oma, mau beras satu kilo, telur beberapa butir, atau nasi kotak, kami terima karena yang cukupkan nanti Allah,” pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.