Intip Objek Wisata Watu Sumanti di Tikala Ares, Batu Unik yang Jadi Saksi Perkampungan Awal Manado
January 16, 2026 04:22 PM

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -

Intip Objek Wisata Watu Sumanti di Tikala Ares, Bisa Gandakan Diri, Saksi Perkampungan Awal Manado

Manado, Sulawesi Utara (Sulut) punya banyak objek wisata budaya yang unik dan berpotensi menarik wisatawan. 

Salah satu Watu Sumanti. 

Lokasinya di Kelurahan Tikala, Ares, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut. 

Objek wisata ini hanya berjarak sekira 9 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi. 

Dari Pasar 45 berjarak sekira 4 kilometer. 

Lebih dekat lagi dengankantor Walikota Manado. 

Hanya ratusan meter jaraknya.

Watu Sumanti dikenal sebagai batu keramat. 

Konon bisa menggandakan diri. 

Sejarah Manado lekat dengan tempat ini. 

Watu Sumanti adalah awal dari perkampungan di Manado

Tribunmanado.co.id mengunjungi lokasi tersebut pada Jumat (16/1/2026) siang. 

Lokasinya terpencil diantara gedung gedung serta pemukiman yang padat. 

Sebagai lokasi wisata, tempat itu seperti tak tertata. 

Contohnya penunjuk berbahasa Indonesia dan Inggris yang sudah kusam. 

Samping penunjuk itu terdapat sebuah pagar besi dan di dalamnya terdapat Watu Sumanti. 

Watu Sumanti terdiri dari sejumlah batu berbentuk pipih dan tinggi. 

Serta tiga batu lainnya yang rendah dan berbentuk bulat. 

Biasanya tanda ritual bertebaran di sisi tempat itu. 

Tapi kali ini tidak. Sekeliling tempat itu bersih. 

Sejarah menyebut Watu itu menandai pemukiman pertama di Manado.

Watu itu hadir sebagai tanda pendirian desa atau tempat pemukiman baru. Area sekitar batu itu adalah tanah lapang yang kemudian menjadi tempat pemukiman Wanua Ares, pemukiman pertama di kota Manado.

Dalam tradisi Minahasa, Watu Sumanti berasal dari kata watu (batu) dan santi (pedang). Artinya, batu tempat memainkan pedang.

Dahulu kala, para Tonaas Minahasa melakukan ritual pengusiran roh jahat atau mengobati penyakit di batu itu dengan cara mengayunkan pedang.

Menurut Warga Batunya dari Dua Berubah Jadi Banyak

Menurut sejumlah warga setempat, batu tersebut unik karena selalu menggandakan diri.

Beberapa waktu lalu, Tribun Manado mewawancarai seorang warga bernama Feki Lasut. 

Menurut Feki, batu tersebut dulunya hanya dua. "Namun sekarang ada banyak sekali, batu itu menggandakan dirinya," kata dia.

Feki menuturkan, sejumlah warga pernah mengalami kejadian gaib dengan batu itu.

Dari seorang rekannya, ia mendengar cerita bahwa batu itu satu-satunya tempat yang tidak terkena banjir saat banjir besar tahun 1936 di Manado.

"Kala itu semua mengungsi ke Bumi Beringin. Anehnya batu itu tidak kebanjiran padahal posisinya berada tak jauh dari sungai," kata dia.

Feki mengatakan, batu itu hilang peranannya seiring waktu. 

Dari batu bertuah, batu itu mulai diabaikan, bahkan dilupakan.

Tentang Manado

Kota Manado adalah ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa.

Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantainya merupakan tanah reklamasi.

Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, sehingga menjadikannya kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar. 

Kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40' - 124°50' BT dan 1°30' - 1°40' LU.

Iklim di kota ini adalah iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° - 27 °C. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari.

Luas wilayah daratan adalah 16.253 hektare.

Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan.

Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai. Interval ketinggian dataran antara 0-40 persen dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa.

Berikut adalah daftar lengkap 11 kecamatan di Kota Manado:

  • Bunaken
  • Malalayang
  • Mapanget
  • Paal Dua
  • Sario
  • Tikala
  • Tuminting
  • Wanea
  • Wenang
  • Bunaken Kepulauan (terkadang disebut terpisah dari Bunaken daratan)
  • Singkil (disebutkan dalam konteks kelurahan) . (Art) 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.