TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,.SAMBAS - Menyambut perayaan tahun baru Imlek 2026 Kelenteng Sam Bong Dja Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mulai berhias. Berbagai pernak-pernik, ornamen, bola lampion dipersiapkan, Jumat 16 Januari 2026.
Di ruang bawah Kelenteng Sam Bong Dja, lima orang pekerja tampak sibuk menata hiasan. Mereka bergelut dengan kertas, triplek, dan lampu-lampu hias. Mereka menyiapkan ornamen khas Imlek.
Jemari mereka lincah menyulam tali benang, mengecat kertas-kertas, hingga memotong kayu. Sejumlah ornamen seperti replika kuda sudah hampir selesai mereka bikin.
Hiasan ornamen itu dikebut untuk dipajang menghiasi area ornamen sebelum puncak Imlek 2026 tiba. Mereka punya waktu kurang dari sebulan.
Kelenteng Sam Bong Dja selain sebagai pusat ibadah umat Tionghoa juga akan menjadi ikon wisata kala perayaan tahun baru Imlek. Setiap tahunnya, di momen Imlek kawasan ini menjelma destinasi wisata unik.
"Iya, kita selalu terbuka. Kayak klenteng ini kan berdirinya sudah lima tahun ya. Saya lihat rata-rata orang yang berkunjung dari Kucing, dari apa pasti sehingga untuk foto-foto," ucap Acung, seorang pekerja, sekaligus Ketua Pengurus Kelenteng Sam Bong Dja Sambas.
Acung bilang, di hari-hari biasa Kelenteng ini kerap didatangi wisatawan lokal maupun manca negara. Pengunjung datang untuk berswafoto di samping melakukan ritual ibadah.
"Ada juga sebagian yang memang kebetulan umatnya Konghucu ya. Sekaligus sembayang, ada sebagian yang bukan," kata Acung.
"Tapi ya silakan itu, cuma datang berfoto-foto atau cuma datang berkunjung aja. Iya, silakan aja. Ini memang terbuka untuk umum," katanya.
Lebih lanjut, hiasan kelenteng menyambut Imlek 2026 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun satu konsep yang ingin dipertahankan adalah salju buatan.
"Salju, iya. Tahun ini ya sedikit berubah. Mungkin yang hiasan-hiasan mungkin masih seperti dulu. Cuma yang di ikon-ikon ini kan karena tahun kuda. Mungkin kita ada lima ekor kuda, replika kuda gitu," ucapnya.
"Untuk hias tahun kuda. Dan kemungkinan salju itu juga kita tetap pasang lah," ujar Acung menambahkan.
Menurut Acung konsep salju buatan yang disembuhkan seperti Imlek tahun lalu berhasil memikat antusiasme pengunjung. Terutama kalangan anak-anak dan remaja mereka gembira adanya salju buatan.
"Karena seperti tahun-tahun kemarin kita lihat antusiasme anak-anak terhadap salju itu sangat tinggi ya. Mungkin kita adakan lagi gitu. Diupayakan," terangnya.
Walau di balik itu proses pembuatan saljunya juga kerap menghadapi kendala. Kata Acung, biaya pengadaan peralatan dan bahan salju buatan cukup besar.
"Kendala kalau untuk proses salju sih enggak juga ya. Cuma paling yang agak ini sih, liquidnya. Dia cairan saljunya kita datangkan dari Jakarta kan. Karena bahannya alami itu biayanya agak besar sedikit lah," tegasnya.
Acung bilang, bahan salju buatan didapat dari Jakarta dengan bahan berupa likuid yang alami. Bila terkena tubuh, imbuh dia, bahan salju tidak berbahaya bagi manusia.
"Karena bahan itu kan tidak mengandung unsur-unsur lain yang bisa bikin alergi. Iya aman. Dia enggak ada bahan pengawet, bahan pewarna ataupun apa gitu," ungkapnya.
Acung menjelaskan hiasan bola-bola lampion juga akan memenuhi kawasan kelenteng itu. Termasuk replika kuda yang akan diletakan di area depan.
"Karena ikon kuda untuk tahun ini di halaman depan. Lampion-lampion kita pasti di sekeliling kelenteng ini pasti ada dipunyai lampion dan lampu-lampu. Dan di sepanjang parit juga pasti kita hias," jelasnya.
Pada area belakang, pengurus kelenteng ini akan membuat hiasan lorong dengan berbagai booth foto. Salah satunya membuat pondok-pondok ala Mongolia.
"Tetap ada. Lorong-lorong tetap kita hias. Dan di belakang tuh kita ada bikin seperti tenda-tenda Mongolia gitu. Nanti kita siapkan ada baju-baju untuk berfoto lah gitu. Ala-ala Mongolia gitu," ucapnya.
Ke depan, Acung berharap momen perayaan tahun baru Imlek selalu mendatangkan kekompakan dan kesuksesan. Masyarakat Sambas juga terus antusias menyambut hari Imlek.
"Harapannya ya semakin tahun itu semakin kompak, semakin sukses. Dan untuk masyarakat sambas antusiasnya semakin ini. Dan dukungan-dukungan masyarakat Sambas, khususnya semua kalangan semakin buat kelenteng kita," tuturnya. (*)