Banjir di Lamongan Tak Kunjung Surut, Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Terdampak Melonjak Naik
January 16, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Banjir di wilayah di Lamongan, Jawa Timur, yang tak kunjung surut, membuat harga kebutuhan pokok naik.

Hal ini semakin memberatkan beban ekonomi warga terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero ini.

Kepala Dusun Glagah, Kecamatan Glagah, Suparjo mengatakan, kondisi wilayah yang terisolasi dan sulitnya akses transportasi menyebabkan distribusi barang terhambat, sehingga berdampak pada kenaikan harga barang.

"Banjir sudah berjalan 2 bulan, ekonomi, sembako dan yang lain mengalamai kenaikan, akses jalan terendam hanya bisa dilewati dengan perahu," ujar Suparjo, Jumat (16/1/2026).

Disebutkan, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas dapur.

Rata-rata kenaikan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 dari harga normal.

Kenaikan ini dinilai sangat signifikan bagi warga yang saat ini aktivitas ekonominya juga terhenti akibat banjir.

"Kini warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, dan telur," katanya.

Ia berharap ada intervensi dari pemerintah daerah agar harga kembali stabil atau setidaknya ada bantuan logistik yang merata bagi warga terdampak.

"Sembako saat ini naik signifikan, Harga kebutuhan naik  Rp 5-7 ribu per item. Karena akses ke pasar dan akses keluar masuk terganggu dan membuat harga kebutuhan naik," tambahnya.

Baca juga: Jalan Raya Karanggeneng-Sumlaran Lamongan Terendam Banjir, Ganggu Belajar Mengajar di Ponpes

Debit Air

Sementara itu, hingga saat ini, debit air di wilayah Bengawan Jero masih fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan. 

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan sembari menunggu bantuan logistik dan normalisasi harga di pasar lokal.

Fatimah, warga terdampak banjir mengaku, tidak bisa berbuat banyak saat dihadapkan dengan kenaikan harga bahan pokok.

"Intinya barang kebutuhan dapur naik semua," keluh Fatimah.

Ia memaklumi kenaikan itu, karena para pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa masuk ke wilayah banjir. 

Paling tidak harus sewa perahu untuk membawa barang dagangannya sampai masuk ke wilayah banjir. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.