Motif Pedagang Cilok Tikam Rekannya hingga Tewas, Diduga Sakit Hati
January 16, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta- Polisi ungkap motif pedagang cilok inisial DN tikam rekannya sesama pedagang cilok berinisial YS hingga tewas.

Diduga DN tikam korban hingga tewas karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Peristiwa terjadi di rumah kontrakan di RT 04/06, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (13/1/2026).

“Motifnya sakit hati. Sebelumnya korban sempat melakukan pemukulan dan penendangan terhadap pelaku,” ujar  Kapolsek Kembangan Kompol M. Taufik Iksan saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026), dikutip dari Warta Kota.

Taufik menjelaskan, konflik bermula pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban dan pelaku tengah tidur bersama di rumah kontrakan.

Secara tiba-tiba, korban memukul dada dan menendang kepala pelaku.

Menurut keterangan korban, tindakan tersebut dipicu karena pelaku menyenggol tubuhnya saat tidur.

Pedagang cilok lain yang tinggal di kontrakan tersebut sempat berupaya melerai dan menenangkan keduanya agar persoalan tidak berlanjut.

“Korban sempat mengajak pelaku berkelahi di luar kontrakan, tetapi ajakan itu diabaikan,” jelas Taufik.

Setelah kejadian tersebut, pada Minggu (11/1/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku memilih meninggalkan kontrakan dan pulang ke rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Namun, pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, pelaku kembali ke kontrakan dengan membawa sebilah pisau.

Saat itu, korban tengah tertidur seorang diri di dalam kamar.

“Korban sedang tidur, kemudian pelaku langsung menusuk korban berulang kali,” tegas Taufik.

Korban dan Pelaku Satu Kontrakan

Sebelumnya, Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Kembangan Utara, Haris, membenarkan bahwa korban dan pelaku tinggal bersama di rumah kontrakan tersebut.

Ia menyebut pelaku baru beberapa minggu terakhir berjualan cilok dan menumpang tinggal bersama korban.

“Pelaku ini baru beberapa minggu jualan cilok dan ngontrak bareng. Kalau korban sudah lama tinggal di sini dan dikenal warga sebagai koordinator pedagang cilok,” kata Haris, Rabu (14/1/2026).

Haris menambahkan, perselisihan antara korban dan pelaku telah terjadi beberapa hari sebelum peristiwa penusukan.

Menurut pengakuan pelaku, ia merasa tidak nyaman karena kakinya bersentuhan dengan kaki korban saat tidur.

“Sekitar tiga hari sebelum kejadian, saat tidur kaki pelaku menyentuh kaki korban, lalu terjadi cekcok,” ujarnya.

Saat ini, tersangka DN telah diamankan oleh Polsek Kembangan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami kasus tersebut guna melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Baca juga: Artis Indonesian Idol Diduga Rudapaksa Siswi SMA, Beraksi saat Korban Tak Sadar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.