TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Warga RT 4, RW XXV, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, melakukan perbaikan jalan secara swadaya di Jalan Rajawali I Ujung akibat kondisi jalan rusak parah dan kerap tergenang air saat hujan.
Diketahui, kerusakan jalan meliputi Jalan Rajawali I Ujung dari Gang 1 sampai Gang 5, seluruhnya mengalami kondisi serupa.
Ketua RT 4 RW XXV Kelurahan Palangka, Henuh Y Luhing mengatakan, perbaikan dilakukan dengan menggalang sumbangan sukarela dari warga setempat.
Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk kerja bakti penimbunan jalan dan pembuatan siring parit darurat.
“Pertama-tama kita mengajukan surat edaran minta sumbangan sukarela kepada warga RT 04 RW 25. Ternyata ada juga yang terkumpul, sehingga kita bisa melaksanakan kerja bakti semampu keuangan yang ada,” ujar Henuh, saat ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, kondisi Jalan Rajawali I Ujung sudah lama dikeluhkan warga. Saat musim penghujan, jalan tersebut kerap tergenang dan mengganggu aktivitas warga.
“Kalau musim hujan, sudah jadi danau, bukan banjir lagi. 2025 akhir ini yang paling parah,” ungkapnya.
Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam. Henuh menyebut, banyak perabot rumah tangga milik warga khususnya yang terbuat dari kayu mengalami kerusakan.
“Bahkan ada juga ular masuk ke dalam rumah akibat kebanjiran,” kata Henuh.
Ia menambahkan, di kawasan tersebut tidak memiliki saluran drainase yang memadai. Kondisi jalan paling parah mulai terjadi sejak Oktober 2025, namun permasalahan infrastruktur di wilayah itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kalau drainase boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Kita sebenarnya tidak membiarkan jalan rusak, tiap hari lewat, ada lubang ya kita timbun semampunya. Tapi akhir tahun ini sudah keterlaluan, tidak bisa lagi kita atasi sendiri,” jelas Henuh.
Sebelumnya, warga juga berupaya melakukan penimbunan jalan, namun sering kali sia-sia karena material timbunan hanyut terbawa air ke parit-parit saat hujan turun.
Karena itu, warga berinisiatif membuat siring parit sementara dari kayu agar timbunan tidak kembali tergerus.
“Kita mulai menimbun jalan ini kurang lebih satu minggu. Kayu-kayu ini untuk siring parit. Kalau tidak dibuat siring, pasir timbunan pasti lari lagi,” ujarnya.
Baca juga: Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Warga Perintis Permai Direspon Cepat Pemko Palangka Raya
Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Rusak di Telaga Antang, DPRD Kotim Minta Pemkab Prioritaskan Daerah Pelosok
Henuh juga mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan jalan sejak 2007 atau hampir 19 tahun.
“Seingat saya, proposal sudah kita ajukan sejak 2007, mengirim proposal tiap tahun. Sampai sekarang belum ada perbaikan, belum ada aspal, bahkan bantuan penimbunan pun tidak ada,” tuturnya.
Kondisi jalan rusak tersebut juga berdampak pada aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah. Bahkan, ada juga yang pulang ke rumah sambil menangis karena jatuh dan baju sekolahnya basah semua.
Henuh berharap, pemerintah dan pihak terkait tidak menutup mata terhadap kondisi lingkungan warganya.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan drainase permanen, disusul perbaikan jalan dengan aspal.
“Harapan kita, dibuatkan drainase dulu yang layak, permanen, bukan dari kayu. Lalu jalan ini diaspal. Apalagi di situ ada balai jemaat, dipakai untuk kegiatan keagamaan dan kegiatan umum,” tutup Henuh.