Sepekan Diprediksi Kering dan Panas, Karhutla Awal 2026 di Palangka Raya Terjadi di Jalan Victoria
January 16, 2026 06:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Palangka Raya, dalam sepekan berpotensi tinggi. Hal itu berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

Kasus karhutla di awal 2026 ini pun sudah terjadi, kali ini di Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (16/1/2026).

Informasi tersebut dibenarkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi.

"Iya benar, informasi dari warga. Ada tim kita dan provinsi menuju lokasi," ujar Heri kepada TribunKalteng.com.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, api tampak tak begitu besar, hanya terlihat asap putih mengepul. Heri menyebut, lahan yang terbakar juga tak terlalu luas.

Saat ini, kata Heri, personel yang berada di lokasi sudah mulai memadamkan api. Meski tak terlalu besar kejadian ini pertanda musim kemarau mulai dekat dan karhutla berpotensi meningkat.

"Informasi dari BMKG, memang dalam satu minggu ini cuaca di Kota Palangka Raya akan lebih panas dan terik," ungkap Heri.

Meski begitu, lanjut Heri, belum dapat dipastikan Palangka Raya sudah mulai memasuki musim kemarau.

Heri membeberkan, BPBD Palangka Raya telah melakukan persiapan untuk mengadapi musim kemarau 2026 dan potensi bencana karhutla.

"Kami bersama teman-teman lurah relawan selalu memantau dan menunggu informasi kalau ada kejadian karhutla," jelasnya.

Apabila mendapat informasi kejadian karhurla, BPBD Palangka Raya segera melakukan upaya pemadaman di lokasi api ditemukan.

Diketahui sebelumnya, BPB-PK Kalteng mencatat pada 2025 lalu, karhutla terjadi sebanyak 840 kejadian, terbanyak di antara kejadian bencana lainnya. Akibatnya, 1.332 hektare se-Kalteng terdampak karhutla.

Meski begitu, luas hutan dan lahan yang terbakar itu berkurang jika dibandingkan 2024 mencapai 6.670 hektare.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, kesiapsiagaan dan penanganan Karhurla yang dilakukan oleh BPB-PK pada 2025 dirasa sudah berjalan efektif. 

"Salah satu tolak ukur keberhasilannya yaitu dari luasan terbakar dari 2024 penurunan menjadi 1.332 pada 2025," ujar Indra, Senin (5/1/2026).

Indra mengakui, pada 2025 Kalteng dibantu oleh musim kemarau yang pendek dan tergolong kemarau basah,

Baca juga: Terbanyak se-Kalteng 224 Kasus Karhutla di Palangka Raya, Diduga Karena Pembakaran Lahan

Baca juga: Potret Kebakaran Lahan Gambut di Palangka Raya, Lokasi Musibah di Jalan Danau Sari Hari ini

"Tetapi lebih kering dibanding 2024," ungkapnya. 

Indra menyebut, keberhasilan itu merupakan jerih payah semua sektor atau instansi terkait seperti BNPB, Dinas Kehutanan Provinsi, Balai PPI, TNI/Polri, BMKG, Forum PRB, akademisi, lembaga masyarakat, pihak media, dan semua penggiat kebencanaan yang memberikan kontribusi positif dalam upaya penanggulangan karhutla di Kalteng.

Upaya mengurangi angka karhutla itu bakal kembali dilaksanakan pada 2026.

"Upaya-upaya seperti pemantauan, pelaporan hotspot, pelaksanaan sosialisasi, pemberian skill dan pendidikan kebencanaan, koordinasi dan komunikasi tentang peringatan dini tentang diseminasi keadaan cuaca dan kemudahan terbakar melalui grup pesan daring se-Kalteng," ujar Indra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.