Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Kepolisian Sektor Ampibabo mengamankan pelaku dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang videonya viral di Desa Siniu, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (16/1/2026).
Penangkapan dilakukan tidak lama setelah video tersebut menyebar luas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Petugas bergerak cepat untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan yang dapat membahayakan korban maupun warga sekitar.
Pelaku diamankan di kawasan perkebunan kelapa yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Saat penangkapan berlangsung, pelaku ditemukan bersama anaknya yang masih berusia balita.
Petugas mengalami kendala karena pelaku menolak dipisahkan dari anaknya.
Baca juga: Video Viral KDRT di Siniu Parigi Moutong, Diduga Pelaku Alami Gangguan Jiwa
Atas pertimbangan kemanusiaan, petugas membawa pelaku bersama anaknya ke Polsek Ampibabo.
Kanit Reskrim Polsek Ampibabo, Ipda Gusti Putu Suminada, mengatakan pelaku menunjukkan reaksi emosional saat diamankan.
“Pelaku menangis saat ditangkap dan tidak mau berpisah dengan anaknya,” kata Ipda Gusti Putu Suminada saat dikonfirmasi TribunPalu.com, melalui sambungan telepon.
Setelah diamankan, polisi melakukan langkah awal berupa pemeriksaan dan pendataan terhadap pelaku.
Pihak kepolisian juga menerima laporan langsung dari korban terkait peristiwa yang dialaminya.
Dalam penanganan kasus ini, polisi mengedepankan pendekatan persuasif dan perlindungan korban.
Polsek Ampibabo kemudian membuka ruang mediasi dengan melibatkan keluarga kedua belah pihak.
Baca juga: Dana Kompensasi Rumpon Rp270 Juta Diduga Digelapkan, Pemilik Tempuh Jalur Hukum
Pemerintah desa setempat juga dilibatkan untuk mencari solusi jangka panjang.
Langkah mediasi dilakukan mengingat kondisi pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Polisi mempertimbangkan opsi perawatan ke rumah sakit jiwa sebagai bentuk penanganan lanjutan.
Tujuannya untuk mencegah terulangnya kekerasan serupa di kemudian hari.
Sementara itu, korban tetap mendapat pendampingan selama proses pemeriksaan.
Pihak kepolisian memastikan keselamatan korban menjadi prioritas utama.
“Kami akan terus mendampingi korban sampai penanganan medis dan solusi keluarga ditemukan,” ujarnya.
Kasus ini masih dalam proses penanganan Polsek Ampibabo sambil menunggu keputusan bersama keluarga dan pihak terkait.(*)