PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang melaksanakan panen cabai Bangka dan pakcoi dalam kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Serentak Seluruh Indonesia, Kamis (15/1). Kegiatan panen ini menegaskan peran aktif Lapas Pangkalpinang dalam mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
"Hasil panen ini akan kami sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan," kata Kalapas, Sugeng Indrawan.
Menurut Sugeng Indrawan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemasyarakatan, dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian menjadi salah satu strategi untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang bermanfaat dan berkelanjutan.
"Panen raya ini menegaskan komitmen kami, mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembinaan warga binaan," ujarnya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto mengatakan, budi daya cabai Bangka masih dalam tahap percobaan namun menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pihaknya akan melakukan perawatan berkala untuk mendukung panen berkelanjutan selama 6-7 bulan ke depan, serta merencanakan penambahan sekitar 500 bibit siap tanam.
"Hari ini, kami berhasil memanen 22 kilogram cabai Bangka dari lahan seluas 15x20 meter dengan 300 batang cabai berusia 100 hari, serta 30 kilogram pakcoi yang siap dipasarkan," ungkapnya.
Panen Raya Serentak ini dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dari Lapas Kelas I Cirebon. Lapas Pangkalpinang mengikuti kegiatan ini secara virtual melalui Zoom dari Lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Pangkalpinang. (v1)