Kurangi Intensitas Hujan Pemicu Banjir di Muria Raya, Pemprov Jateng Lakukan Modifikasi Cuaca 6 Hari
January 16, 2026 09:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan modifikasi cuaca yang menyasar wilayah Muria Raya, 15-20 Januari 2026. 

Modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara. 

"Betul, modifikasi cuaca di Muria Raya berlangsung dari 15 sampai 20 Januari agar mengurangi intensitas hujan yang terjadi di kawasan tersebut" ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

Modifikasi cuaca ini dilakukan Pemprov Jateng dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Baca juga: Pemprov Jateng Respons Cepat Tanggulangi Bencana di Jepara, Luthfi-Taj Yasin Turun Desa Tempur

Proses modifikasi cuaca dilakukan lewat cara menyemai awan menggunakan bahan kimia yang diterbangkan sejumlah pesawat di kawasan udara Muria Raya.

"Ya, ini ikhtiar kami agar intensitas hujan tidak hanya terpusat di satu wilayah itu saja sehingga risiko banjir dapat ditekan," bebernya.

Selepas melakukan modifikasi cuaca, Taj Yasin bakal memantau dan mengevaluas. 

"Ya akan kami pantau selepas operasi ini," terangnya.

Selain modifikasi cuaca menggunakan teknologi, Yasin mengajak pula masyarakat untuk berdoa. 

Ia meminta masyarakat dalam istigosah atau kegiatan agama lain untuk menyelipkan doa agar Jawa Tengah jauh dari bencana alam.

"Saya mohon Jawa Tengah untuk didoakan," pintanya.

BNPB Terjunkan Tim TRC

Sebelumnya, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Muria Raya.

Operasi modifikasi cuaca untuk menangani darurat bencana banjir dan longsor yang beberapa hari ini melanda wilayah Muria Raya meliputi Kudus, Pati, dan Jepara.

Operasi ini dipusatkan dari Lapangan Udara Ahmad Yani, Kota Semarang, pada Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Banjir Kudus Meluas: 34.277 warga Terdampak, 5 Sungai di Mejobo Genangi 9 Desa

Operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan satu unit pesawat Carravan dengan registrasi PK-SNP.

Pesawat ini menyasar target awan yang berada di perairan utara Semarang, lalu memulai penyemaian pertama pada pukul 06.00 WIB.

"Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mereduksi curah hujan yang terpantau tinggi di wilayah terdampak bencana yaitu Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima.

Selain dukungan modifikasi cuaca, BNPB menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke tiga kabupaten terdampak banjir dan longsor di wilayah Muria Raya.

"Tim ini melakukan asesmen lapangan untuk ditindaklanjuti menjadi rencana penanganan darurat selanjutnya," sambung Muhari. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.