Viral Konflik Guru dan Siswa, Jalur Hukum Ditempuh di Tengah Tekanan Media Sosial
January 16, 2026 08:17 PM

TRIBUNNEWS.COM - Viral di media sosial seorang guru dikeroyok oleh sejumlah muridnya.

Di video lain, guru tersebut bahkan terlihat terlibat aksi saling dorong dan pukul dengan sejumlah siswa.

Tersebar pula sebuah video yang menunjukkan guru tersebut membawa senjata tajam jenis celurit.

Setelah ditelusuri, kejadian itu, terjadi di SMKN 3 Berbak Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Dari penuturan guru bernama Agus Saputra, aksi pengeroyokan tersebut bermula dari muridnya yang mengejeknya dengan kata tak pantas.

Lalu, ia juga mengaku refleks menampar murid tersebut hingga akhirnya ia dikeroyok oleh sejumlah siswa.

Kini, Agus pun melaporkan apa yang dialaminya ke Polda Jambi, Kamis (15/1/2026).

Didampingi kakaknya, Nasir, ia membuat laporan pada kamis sore.

Nasir menuturkan, pelaporan ini dilakukan karena adiknya merasa dirugikan secara mental, terlebih saat videonya viral di media sosial.

"Kondisi adik saya sedikit pusing, kita bikin laporan dari jam empat sore."

"Adik saya dirugikan secara mental dan psikis terlebih di medsos."

"Karena kita warga negara kita berhak melapor," kata Nasir pada Kamis (15/1/2026) malam.

Baca juga: Kronologi Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa, Berawal Cekcok di Kelas hingga Lapor Polisi

Mengutip TribunJambi.com, ia juga menuturkan, dari hasil visum menunjukkan ada beberapa luka lebam di tubuh adiknya.

Hasil visum tersebut juga bakal digunakan sebagai bukti.

"Sudah ada visum dan ada bekas lebam," ujarnya.

Nasib Guru

Kabid Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan (Disdik) Jambi, Harmonis menuturkan, pihaknya telah menerjunkan tim investigasi.

Tim investigasi juga telah mengambil keterangan dari sejumlah pihak.

Dari investigasi, muncul wacana bahwa guru yang juga korban bakal dipindahtugaskan demi keamanan dan keselamatan.

Namun, keputusan tersebut masih menunggu dari otoritas yang lebih tinggi.

"Keputusan pindah atau tetap mengajar bagi guru korban pengeroyokan, ada pada pimpinan," tegas Harmonis.

Sementara itu, ada belasan siswa yang melakukan pengeroyokan dihukum untuk membuat surat pernyataan.

"Sanksi bagi pelaku pengeroyokan seluruh siswa harus buat surat pernyataan," kata Kepala Sekolah, Ranto M, dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

Ranto mengatakan, 12 siswa tersebut mengeroyok korban lantaran emosi sesaat.

"Mereka yang terlibat secara langsung melakukan pengeroyokan terhadap guru, karena emosi sesaat," sebut Ranto.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJambi.com, Srituti Apriliani Putri)(Kompas.com, Suwandi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.