Sebelum Ramadan 2026, MenPU Dody Targetkan Warga Terdampak Banjir Sumatera Sudah Tinggal di Rumah
January 16, 2026 08:17 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan, masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Sumatera sudah menempati rumah hunian sebelum Ramadan 2026.

Karenanya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggejot pembangunan rumah hunian di dua provinsi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yakni di Aceh dan Sumatera Utara.

"Saya benar-benar dorong nih, rumah hunian itu harus segera secepat-cepatnya diselesaikan. Malah juga pada saat kita rapat ke Kemendagri, Pak Mendagri kan menyampaikan secepat-cepatnya hunian ringan dan sedang dibayar, kemudian bisa keluar dari pengungsian, dari tenda," ujar Dody di Kantornya, Jumat (16/1/2026).

"Jadi kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan itu kelau bisa nol di tenda, karena kami juga ingin sekali pada saat melaksanakan kewajiban bulan suci Ramadan yang hanya setahun sekali itu bisa maksimal," imbuhnya menegaskan.

Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Sudah Tak Ada Lagi Daerah di Sumatera yang Terisolir akibat Banjir Bandang

Kementerian PU sendiri mendapat mandat untuk membangun hunian sementara bagi warga terdampak bencana sebanyak 1.209 unit rumah.

Dari total tersebut sebanyak 83 unit rumah hunian telah dibangun di Aceh Tamiang dan Bener Meriah. Dody mengatakan, pembangunan tersebut menggunakan modus khusus dengan proses konstruksi dilakukan cepat.

"Sudah kita kerjakan sekarang ada di Tamiang, itu ada 83 unit yang kita kerjakan di Tamiang. Dan karena PU ini sudah terbiasa membuat rumah hunian dari zaman dulu, jadi kita sudah punya modulnya, modul yang bisa untuk membangun rumah hunian itu dengan cepat," tegas Dody.

Dody bilang, pembangunan 83 unit rumah hunian di Aceh Tamiang ini bahkan bisa dikerjakan dalam waktu sekitar 20 hari.

 Fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap mulai dari dinding berbahan superboard, jaringan listrik, akses wifi hingga fasilitas toilet.

Menurut dia, hunian tersebut dinilai layak huni dan telah digunakan di berbagai lokasi bencana sebelumnya.

"Insyaallah layak-layak ini lah, karena sudah kita pakai di semua daerah bencana. Tidak hanya di Sumatra sih, tapi juga kita pakai di Palu misalnya, di Aceh pada saat tsunami dahulu, di Semeru, dan beberapa lainnya," ucap Dody.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.