TRIBUNJATIM.COM - Seorang nenek di Nganjuk mendatangi Damkar karena kondisi tangannya.
Nenek itu bernama Sutilah (60).
Sutilah merupakan warga Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Ia didatangai petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk karena cincin di jari manisnya tak bisa lepas hingga membengkak.
Baca juga: Damkar Jombang Selamatkan Kaki Bocah Terjepit Teralis Kursi Pakai Tangan Kosong, Cuma Butuh 20 Menit
Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari mengatakan Sutilah meminta bantuan melepas cincin dengan menyambangi pos Damkar Rejoso.
Cincin itu terpaksa ia lepas karena membuat jari manisnya membengkak.
"Cincin sudah terpakai di jari warga tersebut sejak 1994. Berjalannya waktu, cincin itu justru tak bisa dilepas. Warga itu sudah mencoba melepasnya mandiri tapi tak berhasil hingga akhirnya datang ke kantor minta bantuan personel kami," katanya, Rabu (14/1/2026).
Setibanya Sutilah di pos Damkar, sejumlah personel langsung melakukan upaya pelepasan cincin.
Baca juga: Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 2 Meter dari Rumah Warga Ngadiluwih
Pelepasan cincin dilakukan dengan menggunakan beragam alat bantu seperti, gerinda potong kecil, tang potong, dan sabun.
"Proses pelepasan cincin memakan waktu 30 menit," jelasnya. (Danendra Kusuma)
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jombang pun turun tangan.
Petugas dari Pos Damkar Jombang, Deny yang bertugas di lapangan kala itu mengatakan jika insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.05 WIB.
Korban yang masih berusia anak-anak dilaporkan tidak sengaja memasukkan kakinya ke sela-sela rangka besi bangku tralis hingga tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan.
"Situasi ini membuat korban kesakitan dan berpotensi membahayakan keselamatan," ucapnya saat dikonfirmasi terpisah oleh Tribunjatim.com pada Senin (12/1/2026).
Orang tua korban sempat berupaya membantu dengan menarik kaki sang anak secara perlahan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena posisi kaki sudah terjepit cukup kuat.
"Menyadari kondisi yang berisiko, keluarga korban akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran," ungkapnya.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, menuturkan jika laporan diterima Pos Damkar dan Penyelamatan Jombang sekitar pukul 11.27 WIB.
Tim regu piket langsung bergerak menuju lokasi hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Petugas tiba di lokasi pada pukul 11.32 WIB dan segera melakukan penanganan menggunakan peralatan evakuasi yang dibawa.
"Dengan teknik pelepasan yang hati-hati, petugas berhasil membebaskan kaki korban dari jepitan besi tanpa menimbulkan luka serius. Proses evakuasi berlangsung relatif singkat dan dinyatakan selesai sekitar pukul 11.45 WIB," kata Syamsul dalam keterangan yang diterima.
Setelah berhasil dievakuasi, korban dinyatakan dalam kondisi aman. Tim Damkar Jombang Kota kemudian kembali ke markas setelah memastikan situasi di lokasi terkendali.
Dalam penanganan kejadian ini, Pos Damkar Jombang menurunkan empat personel, yakni Jaya, Syam, Deny, dan Farid, dengan dukungan satu set peralatan evakuasi standar.