SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, menegaskan seluruh kepala desa dan camat untuk menyerahkan data R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana) paling lambat 17 Januari 2026.
Data tersebut akan diteruskan ke Pemerintah Aceh dan selanjutnya ke Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Data harus detail, by name by address (BNBA), mencakup seluruh kerusakan, baik rumah rusak ringan, sedang, maupun lainnya. Data harus sesuai fakta, jangan dilebihkan atau dikurangi,” tegas Ayahwa.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat finalisasi penyusunan Dokumen R3P Kabupaten Aceh Utara di Pendopo Bupati, Jumat (16/1/2026).
Dari laporan sementara, seluruh dinas telah memasukkan data, yang kemudian dihimpun oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Verifikasi dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bersama BPBD Aceh Utara, dan selanjutnya dikawal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga: 83 Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang dan Bener Meriah Sudah Dibangun
Ayahwa mengingatkan, kerugian warga akibat banjir harus tercatat secara lengkap, termasuk sektor pertanian, perikanan, usaha kecil, pedagang, dan lainnya.
“Jangan sampai ada yang tidak terdata, karena itu bisa menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Bupati.
Ia juga mendorong masyarakat agar proaktif berkomunikasi dengan kepala desa untuk memastikan bahwa mereka telah terdata.
Pendataan di tingkat desa juga dibantu 3.200 mahasiswa dan dosen dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara.
Pembangunan Hunian Sementara
Ayahwa menambahkan, data tahap pertama untuk hunian sementara (huntara) sedang dikerjakan di sejumlah kecamatan, antara lain Langkahan, Seunuddon, Muara Batu, dan Sawang.
“Huntara kita targetkan rampung dalam dua pekan ke depan. Selambat-lambatnya sebelum Ramadhan, seluruh pengungsi sudah berada di hunian sementara,” jelasnya.
Saat ini, tercatat tersisa lebih dari 33.000 pengungsi di Kabupaten Aceh Utara.
Jumlah ini menurun drastis dibanding sebelumnya yang mencapai 75.000 pengungsi.
Baca juga: Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP untuk Tahun 2026
Baca juga: Ngaku Anggota Sat Reserse Narkoba, Polisi Gadungan Stop Pelajar dan Ambil HP di Tempat Sepi
Baca juga: 83 Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang dan Bener Meriah Sudah Dibangun
Sumber: Kompas.com