TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sosok anak SMA yang ditemukan meninggal dengan keadaan tidak wajar di Desa Lubuk Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun dikenal sangat baik oleh masyarakat setempat.
Ia ditemukan tergantung di sudut rumah oleh orangtuanya.
Sebelum mengakhiri hidup, dia sempat mengucapkan satu kalimat kepada sang adik ketika berkunjung di tempat dagangan orang tuanya.
Informasi yang TribunBatam terima dari salah satu warga mengatakan korban sempat mengunjungi dan mencari ibunya pada di tempat jualan sang ibu, dan berpesan kepada sang adik dengan kalimat yang memilukan.
"Adiknya bercerita tadi kepada kami kalau korban sempat datang ke tempat ibunya jualan, dan dia ada ngomong satu kalimat kepada adiknya "tolong jaga bunda ya", gitu lah adeknya bercerita tadi waktu kami lagi takziah di rumah duka," ungkap warga tersebut.
Sementara itu remaja yang duduk dikelas 12 di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pulau Kundur tersebut dikenal baik dan sangat bersosialisasi di kalangan masyarakat setempat.
Beberapa masyarakat mengatakan remaja kelahiran 2008 tersebut merupakan warga asli Tanjung Batu Kundur dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
"Dia memang asli warga sini dan baru kelas tiga SMA," ungkap salah satu warga.
Salah satu warga lainnya mengungkapkan cukup terkejut dengan kejadian yang menimpa korban, seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan kan korban. Ia juga mengatakan korban merupakan anak yang sangat baik dan ramah terhadap masyarakat.
"Dia itu anak yang sangat baik dan tidak pernah terdengar sedikit pun dia bermasalah, dan kalau dijalan selalu bertegur sapa dengan orang orang sini, sangat kaget," ungkap warga tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka dan kesedihan yang sangat mendalam bagi keluarga, pihak sekolah, serta teman-teman korban. korban dikenal sebagai anak yang aktif.
Pelajar SMA di Kundur, Kabupaten Karimun buat geger warga. Dia ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.
Tubuhnya tergantung di sudut rumah saat ditemukan oleh orangtuanya. Kuat dugaan, korban tewas karena mengakhiri hidupnya.
Namun sejauh ini belum diketahui apa alasan korban mengakhiri hidupnyan dengan cara yang tidak biasa itu.
Remaja laki laki tersebut dilaporkan meninggal dunia pada pada Jumat (16/1/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB oleh orang tuanya. Kemudian orangtua korban membuat laporan ke pihak Kepolisian.
Sementara itu, Kapolsek Kundur saat dimintai keterangan membenarkan ada kejadian tersebut.
Iapun menjelaskan dengan rinci awal mula kejadian. "Memang tadi ada kejadianya, kami sudah ke TKP untuk melakukan penyelidikan awal," sebu Kapolsek Kundur AKP Septimaris saat di konfirmasi.
Menurutnya, sebelum kejadian ibu korban mengecek anaknya yang tidur di ruang tamu. Setibanya di ruang tamu melihat anak kesayangannya itu sudah tergantung.
"Ibu korban Berteriak memanggil Ayah korban dan Kemudian Ayah korban menelpon perangkat desa Pak kades Desa Lubuk, kemudian ia menghubungi Bhabinkamtibmas desa lubuk," ungkapnya lagi.
Pada pukul 07.00 WIB Personil dari Polsek Kundur tiba di lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Disana juga terliha tim medis beserta lengkap dengan kendaraannya.
Selanjutnya pada pukul 07.10 WIB Korban dibawa ke RSUD Tanjung Batu Kundur menggunakan Mobil Ambulance.
Dan pada pukul Pukul 07.30 WIB Korban tiba di RSUD Tanjung batu untuk dilakukan Visum ET Revertum oleh Tim medis.
Berdasarkan hasil Visum yang dilakukan Dr.Wahyu Ramanda korban di perkirakan meninggal kurang lebih 4 jam.
Sejauh ini untuk faktor penyebab kematian korban masih didalami oleh pihak kepolisian.
"Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari keluarga dan rekan-rekan korban,” kata Septimaris.
Untuk Informasi yang TribunBatam terima saat ini Korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.(TribunBatam.id/Fairozzamani)