Pemkot Kotamobagu Gelar Ziarah ke Makam Tokoh Bolmong dalam Rangka HUT ke-116
January 16, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Kotamobagu melaksanakan rangkaian ziarah ke sejumlah makam tokoh dan pemimpin daerah Bolaang Mongondow sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kota Kotamobagu.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, ini bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah berkontribusi bagi pembangunan dan sejarah daerah.

Rombongan Pemkot memulai ziarah di makam mantan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Abdullah Mokoginta.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke makam mantan Bupati Bolaang Mongondow Frans P. Mokodompit dan Muda Mokoginta.

Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Abo Tadohe, mantan Wakil Bupati Bolmong Sy. C. Mokoginta, Raja Datu Binangkang, serta Raja D.C. Manoppo.

Titik ziarah berikutnya mencakup makam mantan Bupati J.A. Damopolii, mantan Penjabat Bupati Piet Yohanis Manoppo, dan mantan Bupati S. Paputungan.

Kamis, (15/1/2026), menjadi hari pelaksanaan ziarah yang ditutup di makam mantan Ketua DPRD Kotamobagu, (Alm) Hi. Syamsudin Kuji Moha.

Usai kegiatan, Wali Kota menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bagian resmi dari rangkaian HUT ke-116 Kota Kotamobagu.

Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi sarana refleksi atas perjuangan para pemimpin terdahulu.

“Ziarah ini bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bagi kita untuk melanjutkan kepemimpinan dengan baik,” kata Weny Gaib.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah dan karakter daerah dengan tetap mengenang jasa para pemimpin masa lalu.

Sementara itu, Bupati Bolmong dua periode yang juga dikenal sebagai Bunda Pembaharu, Marlina Moha Siahaan (MMS), menyampaikan apresiasi atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum suaminya, Syamsudin Kuji Moha.

“Atas nama keluarga, kami berterima kasih atas perhatian Pemkot Kotamobagu yang tetap menghormati jasa beliau,” ujar MMS.

Kegiatan ziarah ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, Kasdim 1303/Bolmong, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, para asisten, kepala OPD, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Tentang Kotamobagu

Kotamobagu dalam sejarah Bolaang Mongondow Raya merupakan kota yang teramat penting. 

Sebab kota ini dulunya merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Bolaang. 

Kotamobagu merupakan kata dari bahasa Mongondow yang berarti Kota Baru. 

Pada tahun 1906, Kotamobagu menjadi pusat penyatuan etnik dari empat kerajaan di tanah Bolaang Mongondow, yakni Kerajaan Bolaang, Kerajaan Kaidipang Besar, Kerajaan Bintauna dan Kerajaan Bolaang Uki.

Empat kerajaan ini bersatu menjadi Kerajaan Serikat Bolaang Mongondow.

Selanjutnya pada tahun 1927, Kota Kotamobagu menjadi pusat administrasi Serikat Bolaang Mongondow. 

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kerajaan-kerajaan yang ada di Bolaang Mongondow bergabung dengan NKRI, dan Kotamobagu menjadi Ibu Kota Kabupaten Bolaang Mongondow. 

Hingga akhirnya dimekarkan menjadi Kota Kotamobagu pada 23 Mei 2007. 

Saat ini Wali Kota Kotamobagu adalah Weny Gaib, sementara Wakil Wali Kotanya adalah Rendy Mangkat. 

Kota Kotamobagu masyarakatnya terdiri dari multi etnis. Di sini selain ada etnis Mongondow, ada juga etnis Minahasa, Sangihe, Gorontalo, bahkan hingga Jawa. 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.