Pasukan Khusus Iran Siap Siaga Hadapi Serangan AS, Pamer Persedian Rudal
January 16, 2026 11:42 PM

Pasukan Khusus Iran yang dikenal dengan nama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan negaranya berada dalam kesiapan penuh untuk merespons serangan terbaru dari Amerika Serikat (AS).

Iran juga menyebut telah berada dalam kesiapan militer tertinggi setelah meningkatkan persediaan rudal strategisnya.

Militer AS dilaporkan mulai memindahkan sebagian personel dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan Amerika terbesar di Timur Tengah, menurut laporan pada Rabu.

Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan intervensi di Iran, dengan berbagai opsi termasuk opsi militer.

Sejumlah personel militer mulai meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid pada Rabu (14/1/2026) malam.

Al Udeid merupakan pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, menampung sekitar 10.000 tentara Amerika.

Sementara itu, pemerintah Iran menolak keras dukungan Amerika Serikat dan memandangnya sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri.

Otoritas Teheran menuduh Washington dan sekutunya, termasuk Israel, berupaya mengubah protes yang dipicu masalah domestik menjadi kekacauan politik yang dapat melemahkan pemerintah Iran.

Menurut pernyataan pejabat Iran, dukungan AS terhadap demonstran dianggap sebagai upaya memanfaatkan ketidakpuasan rakyat Iran untuk tujuan politik luar negeri yang lebih luas — bahkan disebut sebagai bentuk agresi psikologis dan politik yang melanggar kedaulatan nasional.

Iran juga memperingatkan negara-negara tetangganya di Timur Tengah yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Iran dilaporkan sempat menutup sebagian besar wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan regional dan bayang-bayang potensi serangan militer AS.

Penutupan ini diberlakukan untuk seluruh penerbangan, kecuali penerbangan internasional yang masuk dan keluar Iran dengan persetujuan khusus dari otoritas penerbangan sipil, menandai langkah pengamanan ketat di tengah situasi yang semakin tidak stabil.

Iran kini berada dalam kesiapan militer tertinggi, setelah meningkatkan persediaan rudal strategisnya menyusul konflik 12 hari dengan Israel tahun lalu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Majid Mousavi, di tengah meningkatnya ancaman intervensi Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Menurut Mousavi, kemampuan militer Iran mengalami lonjakan signifikan pascaperang 14 hari dengan Israel pada Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa seluruh kerusakan akibat perang telah diperbaiki, dan produksi persenjataan kedirgantaraan IRGC kini melampaui kapasitas sebelum Juni 2025.

Pemerintah Iran tidak merinci jumlah rudal yang telah diproduksi. Namun, menurut data Komando Pusat AS (CENTCOM), Iran diperkirakan memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik, mencakup berbagai kelas dan jangkauan.

Meski belum terjadi serangan militer langsung dari AS dalam skala penuh sejak ancaman Trump, ketegangan politik dan militer menjadi faktor pendorong bagi Teheran untuk memperkuat gudang rudalnya sebagai alat pencegah (deterrent) terhadap potensi serangan luar.

Dengan Teheran menyatakan diri berada dalam kesiapan puncak, para analis memperingatkan bahwa satu langkah salah perhitungan dapat memicu konflik besar yang berdampak luas bagi stabilitas Timur Tengah dan keamanan global.

🎥 Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.