BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Objek Wisata Air Panas (Owap) Tanuhi di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dibersihkan saat dilakukan pemeliharaan.
Kegiatan pembersihan dan perawatan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) melalui Bidang Kepariwisataan sebagai upaya peningkatan kualitas air.
Kepala Disporapar HSS, Dody Puriyandhani yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Rony mengatakan selama dua hari tadi pembersihan tadi 15-16 Januari, objek wisata Tanuhi ditutup untuk sementara, Jumat (16/1/2026).
Petugas melakukan perawatan dan pembersihan instalasi air panas dimulai dari sumber air panas menuju kolam air panas.
Baca juga: Benda Kecil Ini Dipakai Pencuri untuk Membobol Kunci Stang Sepeda Motor di Banjarbaru Kalsel
Baca juga: Cek Daftar Kerugian Tiap Kabupaten Kota di Kalsel Akibat Scamming, Terbesar di Banjarmasin
Pemeliharaan difokuskan di lokasi titik sumber air panasnya, kemudian pada kolam air.
“Selama ini terdapat penyumbatan yang mengakibatkan kurangnya debit air mengalir. Kemudian kami bersihkan kolam air panas, baik untuk anak-anak, dewasa dan manula,” katanya.
Pembersihan selama dua hari ini, sebagai upaya meningkatkan kualitas air panas, sehingga menciptakan kenyamanan wisatawan.
Disamping itu, itu kualitas kolam air panas sepatutnya dijaga dengan melakukan pembersihan kolam air sehingga mengalir lancar.
“Kami ingin meningkatkan layanan ke wisatawan yang datang sehingga memberikan kenyamanan saat berendam di air panas. Akhirnya, pengunjung mendapatkan relaksasi di tubuh ketegangan otot berkurang, begitu pula stres menjadikan pikirkan lebih rileks,” ungkapnya.
Sementara, kolam air dingin dikatakan Rony memang tidak dibersihkan, mengingat akan dilakukan rehab di 2026 ini.
Di 2025 tadi Disporapar telah melakukan rehab juga di area penginapan/Cottage Tanuhi yang telah selesai dikerjakan.
“Namun, meski secara fisik bangunan sudah siap, kami masih menyiapkan peralatan dan perabotan untuk keperluan tamu menginap. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa digunakan,” sampainya.
8 Tips Berwisata Alam di Air Terjun Saat Musim Hujan
Musim hujan tak selalu berarti harus berdiam diri di rumah. Bagi para pecinta alam, musim hujan bisa menjadi momen istimewa untuk menjelajahi keindahan air terjun.
Suara gemericik air yang lebih deras dan suasana yang lebih sejuk dapat memberikan pengalaman berbeda saat berwisata alam.
Namun, perlu diingat bahwa musim hujan juga menghadirkan beberapa tantangan saat berwisata ke air terjun.
Berikut 8 tips yang bisa membantu Anda menikmati wisata alam di air terjun dengan aman dan menyenangkan saat musim hujan.
1. Waspada dengan arus deras
Dilansir dari laman Thailand.go.th, kamu perlu mengamati aliran air terjun, berhati-hatilah saat menyeberangi sungai atau bermain di air. Usahakan untuk menghindari kegiatan di bawah air terjun saat arus deras.
Pasalnya, saat musim hujan, aliran air terjun bisa menjadi lebih deras dan berbahaya. Hindari menyeberangi sungai atau bermain di dekat air terjun jika arusnya deras.
2. Periksa apakah aliran air keruh
Jika airnya keruh dan berlumpur, ini juga menandakan potensi bahaya. Segera tinggalkan air dan cari tempat aman.
3. Hindari melintasi bebatuan
Melintas di bebatuan dapat mengakibatkan terpeleset. Bebatuan bisa menjadi licin saat huja turun dan berisiko tinggi terjatuh. Cari jalur yang lebih aman untuk menyeberang.
4. Patuhi peraturan
Ikuti aturan dan peraturan di setiap lokasi. Seperti membantu membersihkan area tersebut untuk menjaga keindahan sumber daya alam.
5. Berangkat di pagi hari
Manfaatkan waktu pagi untuk menghindari hujan di siang atau sore hari. Nikmati keindahan air terjun dan bermain air lebih lama.
6. Bawa Payung
Selalu sedia payung atau as hujan untuk mengantisipasi hujan deras dan cipratan air terjun.
7. Jaga Daya Tahan Tubuh
Berolahraga teratur untuk menjaga fisik agar tidak mudah lelah saat melewati jalanan curam menuju air terjun.
8. Cek prakiraan cuaca
Lihat prakiraan cuaca untuk hari perjalanan Anda, dan juga beberapa hari sebelumnya. Ini akan memberi gambaran tentang kondisi cuaca secara keseluruhan dan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)