Kondisi 411 Warga Diduga Keracunan MBG di Mojokerto sudah Pulih, Diperbolehkan Pulang ke Rumah
January 17, 2026 02:12 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kondisi ratusan orang yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, telah berangsur membaik, Jumat (16/1/2026).

Berdasarkan data terbaru Pemkab Mojokerto, dari total 411 warga yang mengalami keluhan yang dirawat di rumah sakit/puskesmas, sebanyak 334 telah lebih dulu diperbolehkan pulang.

Sementara itu, sebanyak 77 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Berkat optimalisasi tenaga kesehatan (nakes) dan dokter profesional dari pemda, jumlah pasien dugaan keracunan terus berkurang.

Hasilnya dari 77 pasien tersebut, ada 74 diperbolehkan pulang dan masih tersisa 3 pasien yang dirawat di rumah sakit, Kamis (15/1/2026).

Ketiga pasien ini masing-masing di RS Sakinah, RS Kartini dan RS Sidowaras Mojokerto.

Sedangkan, seluruh pasien dugaan keracunan paling banyak dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto, seluruhnya sudah boleh pulang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, pihaknya memastikan kondisi seluruh pasien dugaan keracunan MBG berangsur membaik, bahkan sudah diperbolehkan pulang, termasuk 3 pasien yang dirawat di rumah sakit tesebut. 

"Seluruhnya (pasien dugaan keracunan), baik yang dirawat di rumah sakit maupun puskesmas hari ini sudah diperbolehkan pulang," ujar Dyan, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Dukung MBG, Bupati Gus Barra Pastikan 77 SPPG Mojokerto Kebut Sertifikat Laik Higiene

Dyan menyebut, hasil uji laboratorium sampel para korban dugaan keracunan ini telah keluar.

Sampel dari para korban dilakukan uji laboratorium di Labkesda Kabupaten Mojokerto. 

"Hasil laboratorium sudah kami serahkan ke BGN (Badan Gizi Nasional) dan yang akan menyampaikan hasil tersebut adalah BGN," tukasnya.

Kronologi Keracunan Diduga dari Soto Ayam Menu MBG

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra) sebelumnya memaparkan terkait awal mula kejadian warganya mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap soto ayam menu MBG, pada Jumat (9/1/2026) siang.

Menu MBG dipasok dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang-03, Pondok Pesantren Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo.

Pemda akhirnya memutuskan mendirikan posko penanganan cepat di Ponpes An Nur Kutorejo, lantaran korban dugaan keracunan paling banyak di tempat tersebut. 

"Jadi sudah fixed (pasti) totalnya menjadi 411 pasien," ucap Gus Barra.

Baca juga: Bulan Puasa, MBG Tetap Jalan Diberikan ke Para Siswa, BGN Cari Menu yang Tahan Sampai Adzan Maghrib

Menurutnya, dari keterangan siswa, santri maupun wali murid, mereka mengalami gejala keracunan meski mencicipi sisa makanan itu sedikit.

Beberapa siswa membawa pulang menu MBG ke rumah dan dimakan oleh kelurganya.

"Itu ayamnya sudah tidak ada, dimakan sama kakaknya. Tinggal sedikit telur mau dicuci sama ibunya akhirnya dimakan sedikit. Akhirnya, adiknya dan kakaknya serta ibunya juga kena," bebernya.

Indikasi penyebab dugaan keracunan diduga berasal dari telur dari soto ayam menu MBG yang dipasok oleh SPPG Kutorejo, namun hal itu belum dapat dipastikan, karena masih menunggu hasil sampel uji di laboratorium.

Metode penyimpanan komponen makanan juga patut diduga menjadi penyebab peristiwa ini.

"Bisa jadi penyimpanannya, karena penyimpanan suhu minus, nah itu kemarin ternyata kurang dari itu. Kalau jangka waktu, mengolah makanan (distribusi) sudah aman," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.