Kegiatan Terbaru Eggi Sudjana usai Dapat SP3 di Kasus Ijazah Jokowi, Bergegas ke Malaysia
January 16, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Tersangka kasus fitnah dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana, akhirnya terbebas.

Ia bebas setelah Polda Metro Jaya mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) Eggi Sudjana dan tersangka lain, Damai Hari Lubis, Kamis (15/1/2026).

“Sudah (terbit SP3),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Tribunnews.com

Alasan Beri SP3

Sementara Kombes Pol Iman mengatakan, penyidik mengakomodasi permohonan penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ).

Baca juga: Ini Alasan Polda Metro Beri SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Kasus Ijazah Jokowi

“Hukum ditegakkan dalam rangka menghadirkan rasa keadilan dan memberikan kepastian, sekaligus mewujudkan kemanfaatan hukum itu sendiri,” ujarnya.

Sementara Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa SP3 diterbitkan setelah penyidik menggelar perkara khusus, Rabu (14/1/2026) lalu.

“Benar, penyidik telah menerbitkan SP3 terhadap dua tersangka, yaitu saudara ES dan DHL. Penghentian penyidikan dilakukan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Selain itu, adanya permohonan dari para pelapor maupun tersangka turut menjadi pertimbangan dalam penghentian penyidikan.

“Serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Budi.

Aktivitas Terbaru Eggi Sudjana

Setelah penerbitan SP3 rampung, Eggi Sudjana langsung membuat agenda keberangkatan ke Malaysia.

Pengacara Eggi Sudjana, Elida Netti, menyebut kliennya memang sudah sakit sejak lama. 

Namun, baru bisa melakukan pengobatan ke luar negeri setelah pencabutan cekal dan terbitnya SP3.

“Bang Egi ini sakit kanker stadium 4,” jelas Elida.

Eggi Sudjana diketahui terbang menuju Malaysia melalui Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (16/1/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

“Bang Egi sudah beli tiket karena dia memang dalam keadaan sakit banget gitu."

"Nah, ternyata siapnya kemarin Maghrib. Itu hangus tiketnya,” katanya.

Elida menyebut kondisi Eggi sangat lemah hingga harus menggunakan kursi dorong.

"Bang Egi berangkat dengan batik. Kami tidak tahu berapa lama proses recovery di sana."

"Saya teringat Sultan Sjahrir yang memohon asas kemanusiaan untuk berobat di zaman Soekarno."

"Kami hanya minta doa, jangan difitnah karena sakit itu urusan dunia akhirat," katanya.

Bantah Tuduhan Terima Uang

Terkait SP3, Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, menyebut bahwa memang murni karena alasan kemanusiaan.

Ia juga membantah tuduhan kliennya menerima uang Rp100 miliar setelah bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Netty memastikan pihaknya tidak menerima uang sepeserpun dari Jokowi terkait penanganan perkara tersebut. 

Dia menegaskan langkah yang diambil murni bertujuan membantu Eggi agar bisa mendapatkan pengobatan yang layak, mengingat kondisi kesehatannya yang sedang menurun. Eggi diketahui sakit kanker stadium 4.

"Saya minta kepada semua jelas, Bang Egi murni sakit, mohon didoakan, jangan fitnah kami karena sakit loh, dosa loh kalian, pertanggungjawaban dunia akhirat," ucapnya, dikutip dari YouTube iNews, Jumat (16/1/2026).

"(Fitnah) menerima uang Rp100 miliar pakai apa bawanya? Katanya pengkhianat, pecundang. Padahal Bang Egi ini bertahun-tahun pejuang dan aktivis. Mereka baru nongol kok action-nya luar biasa, melebih  kemampuan mereka," tambahnya.

"Kalau kita bawa uang Rp100 miliar pakai helikopter, jatuh itu helikopter."

"Kalau kita bawa pakai tronton, berapa tronton yang kita siapkan? Rp100 miliar bukan uang kecil. Dan kalau kita pakai pakai  transfer kena KPK dong," jelas Netty lagi.

Netty pun berharap, orang-orang yang menyebarkan fitnah itu seharusnya bertabayyun terlebih dahulu dan meminta klarifikasi kepada pihaknya.

"Kenapa kok nuduh bahwa kita mendapat uang Rp100 miliar, proyek, dan hal-hal yang sangat menyakitkan."

"Padahal tidak ada apa-apa. Saya boleh dong ngomong demi Allah, demi Rasulullah, dengan agama saya 1.000 perak pun tidak ada kami dapat apa-apa," tegas Netty bersumpah.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.