BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Benda kecil ini ternyata dipakai pencuri sepeda untuk membobol kunci stang sepeda motor di Banjarbaru Kalsel
Petugas kepolisian berhasil menangkap seorang pria pelaku pencurian kendaraan bermotor (curnamor) di wilyah hukum Polres Banjarbaru.
Pria berinisial A (25) diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan dari laporan hilangnya sepeda motor di Jalan Karang Anyar 2, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru tepatnya di depan toko percetakan pada Kamis (8/1/2026) lalu.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan pelaku melakukan aksinya membobol motor korban menggunakan alat bantu kunci berbentuk huruf Y.
Baca juga: Cek Daftar Kerugian Tiap Kabupaten Kota di Kalsel Akibat Scamming, Terbesar di Banjarmasin
Baca juga: Puskesmas Sungai Andai Bakal Jadi RS Tipe D, Dinkes Banjarmasin Bangun Ruang Rawat Inap
Dengan alat tersebut, pelaku berhasil merusak kunci stang sepeda motor Honda Supra Fit warna oranye hitam milik korban dan kemudian mendorongnya ke kontrakan.
Tidak lama setelah kejadian pencurian tersebut dilaporkan, pelaku A berhasil ditangkap Perugas Reskrim Polsek Banjarbaru Utara di sekitar Jalan Karang Anyar 2, Banjarbaru.
Daro hasil instrogasi, pelaku mengaku ingin menjual motor curian itu dan uangnya akan digunakan untuk biaya atau keperluan sehari-hari.
“Modus pencurian terjadi karena pelaku membutuhkan uang,” kata Kapolres.
Atas perbuatannya itu, A disangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) ke f KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara atau denda hingga Rp 500 juta.
Catat, Ini 3 Cara Mencegah Maling Motor
Secanggih apapun teknologi sepeda motor tetap tak bisa menjamin seratus persen anti maling. Apalagi maling punya seribu satu cara untuk mendapat motor incaran.
Untuk itu pemilik motor perlu tindakan lebih agar motor lebih aman. Sesuai idiom lama yang sering disebut yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati.
Baca juga: Sopir Bus Banyak yang Jago tapi Ugal-ugalan
Agar terhindar dari peristiwa tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan motor dicuri.
1. Parkir di posisi aman/terdalam
Parkir di tempat yang relaif aman punya pagar bisa menciutkan maling. Selain itu parkir di posisi paling dalam karena saat terhalang motor lain, maling pasti akan berpikir dua kali untuk mengambil motor.
“Biasanya maling akan mencari posisi yang paling mudah untuk dijangkau. Jadi kalau mau parkir, cari tempat yang mengumpat,” ujar Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.
Seorang teknisi bengkel AHASS mempraktekkan sulitnya memasukan kunci T ke lubang kunci jika setang motor dikunci ke kanan.
2. Kunci setang ke kanan
Posisi kunci setang ke kanan dinilai lebih aman meminimalisir pencurian. Sebab dianggap bisa menyulitkan maling untuk beraksi.
Pengecualian untuk motor sport, posisi setang motor ke kanan membuatnya menjadi sedikit menutup lubang kunci. Sehingga cukup menyulitkan untuk memasukan kunci T.
Menurut Ribut, posisi setang ke kanan akan membuat maling menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk membobol kunci motor. Berbeda halnya jika posisi setang dikunci ke kiri.
“Posisi tersebut (setang ke kiri), lubang kunci tidak tertutup oleh setang. Sehingga waktu untuk membobol lubang kunci relatif lebih cepat,” katanya.
3. Kunci pengaman tambahan
Saat ini sudah banyak tersedia dipasaran kunci pengaman tambahan. Salah satunya adalah gembok yang dikaitkan pada lubang cakram depan dan rantai belakang pada motor selain matik.
“Yang pasti kunci ganda lebih dianjurkan karena sudah terbukti bisa mencegah pencurian,” kata Ribut.
Perangkat tambahan yang disarankan adalah kunci pengaman pada tuas rem. Cara kerjanya dengan mengunci tuas rem dan tuas gas agar tidak bisa digunakan.
Jadi, meskipun kunci setang bisa diakali dan motor bisa dihidupkan, tetap tidak bisa dijalankan karena tuas gas terkunci.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)