Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Ketua Fraksi Amanat Sejahtera (PAN–PKS) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kristo Loko, mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim hujan di wilayah NTT.
Politikus PAN yang juga anggota DPRD NTT asal Daerah Pemilihan V itu menegaskan banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem merupakan ancaman yang hampir selalu berulang setiap tahun di kawasan timur Indonesia, termasuk NTT.
“Bencana hidrometeorologis ini hampir terjadi setiap tahun. Curah hujan tinggi, angin badai, banjir, dan tanah longsor selalu muncul di banyak tempat. NTT adalah salah satu daerah yang sangat rentan,” ujar Kristo di Kupang, Jumat, (16/1/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah harus bersikap antisipatif dengan belajar dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi di daerah lain, termasuk di Pulau Sumatera. Pengalaman-pengalaman tersebut, kata Kristo, semestinya menjadi dasar dalam menyusun langkah mitigasi kebencanaan sejak dini.
Baca juga: Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh
“Mitigasi kebencanaan harus dilakukan sejak awal agar pemerintah mengetahui lokasi-lokasi rawan serta langkah pencegahan yang tepat,” katanya.
Kristo menjelaskan, mitigasi yang baik tidak hanya sebatas pemetaan wilayah rawan bencana, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan logistik, peralatan tanggap darurat, hingga kesiapan anggaran apabila bencana benar-benar terjadi.
Ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan manajemen kebencanaan yang komprehensif, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan tim di lapangan, hingga rencana pemulihan pascabencana.
Terkait dukungan anggaran, Kristo memastikan DPRD NTT siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun alokasi anggaran lain untuk kesiapsiagaan bencana.
“Pada prinsipnya, DPRD mendukung penuh kebutuhan anggaran pemerintah untuk mengantisipasi bencana yang hampir setiap tahun terjadi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, anggaran harus direncanakan secara matang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan dinas teknis yang membidangi kebencanaan, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar tidak hanya menunggu instruksi dari gubernur.
Menurut Kristo, BPBD harus proaktif melakukan pemetaan risiko serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Mitigasi dan persiapan logistik, material, serta manajemen kebencanaan harus dilakukan sejak dini. Yang paling penting adalah mempersiapkan masyarakat lokal agar selalu waspada dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” tambahnya.
Jaga Lingkungan
Selain kepada pemerintah, Kristo juga mengimbau masyarakat agar ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan. Ia menegaskan pentingnya menghentikan praktik perambahan hutan atau pembukaan lahan di kawasan dengan tingkat kemiringan tinggi yang rawan longsor.
“Masyarakat harus bertanggung jawab menjaga lingkungan. Perambahan hutan di daerah berpotensi bencana tidak boleh dilakukan,” katanya.
Dalam pernyataannya, Kristo turut menyoroti aktivitas investasi dan proyek pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan. Ia meminta pemerintah daerah bersikap tegas terhadap korporasi yang mengabaikan kajian ekologis maupun analisis dampak lingkungan (AMDAL).
“Kita mendukung investasi, tetapi kajian ekologis harus dipastikan sejak awal. Jangan sampai proyek pembangunan justru memicu bencana dan merugikan masyarakat banyak,” katanya.
Ia menegaskan, apabila terdapat perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan bencana dan terbukti mengancam ekosistem, pemerintah harus berani menghentikan aktivitas tersebut sebelum dampak kerusakan lingkungan semakin meluas.
Kepala BPBD NTT Samuel Halundaka mengimbau BPBD kabupaten/kota dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau informasi cuaca dan memperkuat kesiapsiagaan di daerah.
Selain itu, kata dia, peran Pusdalops di daerah diharapkan terus diperkuat dalam memantau situasi dan menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. (fan)