Bukan Hanya Kombucha, 4 Minuman Probiotik Ini Lagi Naik Daun di Daily Life Gen Z
January 17, 2026 01:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kombucha sudah lama jadi “anak gaul” di dunia minuman fermentasi. 

Botol kaca estetik, rasa asam-manis segar, dan kesan hidup sehat membuatnya sering muncul di kafe hingga konten daily life Gen Z.

Namun, kombucha bukan satu-satunya minuman dengan kandungan probiotik tinggi. 

Dalam rutinitas harian, ada beberapa minuman lain yang kandungan probiotiknya bisa setara dan sama-sama mendukung kesehatan pencernaan, tergantung pada cara fermentasi, penyimpanan, hingga bahan yang digunakan.

Ahli diet dan penulis kesehatan Merve Ceylan mengatakan minuman probiotik seperti kefir dan buttermilk juga punya peran penting bagi kesehatan usus.

“Kombucha adalah minuman probiotik yang dibuat dengan memfermentasi teh dengan probiotik,” tulis Ceylan dikutip dari Health, Jumat (16/1/2026). 

Mengapa Probiotik Jadi Favorit Gaya Hidup Harian?

Di tengah ritme hidup cepat, kebiasaan jajan, kopi berlebihan, dan pola makan tak teratur, isu kesehatan pencernaan makin sering disorot. 

Probiotik dikenal sebagai mikroorganisme hidup yang berpotensi memberi manfaat kesehatan, terutama untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Minuman fermentasi jadi pilihan karena praktis, bisa diminum kapan saja, dan mudah masuk ke rutinitas harian tanpa terasa seperti “obat”.

Namun, kandungan probiotik dalam setiap minuman tidak selalu sama. Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari bahan dasar, lama fermentasi, hingga jenis bakteri dan ragi yang digunakan.

Baca juga: Hipertensi dan Kolesterol Mengintai Usia Produktif, Jamtens Herbal Probiotik Dukung Gaya Hidup Sehat

Berikut empat minuman probiotik yang sedang populer.

1. Kefir Susu, Versi Creamy yang Mirip Yogurt

Bagi yang suka tekstur creamy tapi tetap ingin manfaat probiotik, kefir susu jadi opsi populer. Minuman ini dibuat dari susu dan butiran kefir, dengan hasil akhir menyerupai yogurt cair.

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kefir susu dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. 

Selain probiotik, kefir susu juga mengandung protein dan nutrisi yang mendukung asupan harian.

Dalam konteks daily life, kefir susu sering dipilih sebagai menu sarapan cepat atau minuman pendamping setelah makan.

2. Kefir Air, Alternatif Vegan yang Lebih Ringan

Buat Gen Z yang menghindari produk susu, kefir air menjadi alternatif yang relevan. Minuman ini dibuat dari air, gula, serta bakteri dan ragi bermanfaat dari butiran kefir air.

Selama fermentasi, mikroorganisme tersebut memakan gula dan menghasilkan minuman berkarbonasi alami. 

Rasa kefir air cenderung lebih ringan dan bisa dikreasikan dengan buah, rempah, atau jus untuk menambah cita rasa.

Karena bebas susu, kefir air juga cocok untuk mereka yang intoleransi laktosa.

Baca juga: Waspada Suplemen Probiotik Abal-abal BPOM Rilis Aturan Baru Demi Keamanan Konsumen

3. Buttermilk, Fermentasi Susu yang Kaya Nutrisi

Buttermilk, atau dikenal juga sebagai takra, adalah susu fermentasi yang menggunakan bakteri asam laktat (LAB). Jenis bakteri ini termasuk probiotik yang paling umum ditemukan dalam produk susu fermentasi.

Selain mendukung kesehatan pencernaan, buttermilk juga mengandung protein, kalsium, dan vitamin A. 

Dalam pola konsumsi harian, buttermilk sering dipilih sebagai minuman pendamping makanan karena rasanya yang ringan.

4. Jus Probiotik, Praktis, tapi Perlu Cek Gula

Pilihan lain yang banyak beredar adalah jus probiotik, yaitu jus buah atau sayuran dengan tambahan probiotik. Minuman ini bebas susu dan cocok untuk orang dengan alergi susu atau intoleransi laktosa.

Namun, jus probiotik perlu dikonsumsi dengan lebih mindful karena kandungan gulanya bisa lebih tinggi dibanding minuman probiotik berbasis susu.

Berapa Banyak Probiotik yang Dibutuhkan Tubuh?

Jumlah probiotik dalam minuman tidak selalu bisa dipastikan secara kasat mata. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari proses fermentasi hingga penyimpanan produk.

Secara umum, konsumsi probiotik dalam kisaran tertentu dianggap cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan. 

“Mengonsumsi setidaknya 10⁶–10⁷ unit pembentuk koloni per mililiter (CFU/mL) setiap hari direkomendasikan untuk mendapatkan manfaat kesehatan,” tulis Ceylan.

Namun, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Konsumsi probiotik berlebihan justru bisa memicu efek samping seperti perut kembung atau bergas.

Tips Mindful Memilih Minuman Probiotik Harian

Tak semua produk fermentasi otomatis mengandung probiotik hidup. Beberapa produk telah melalui proses pasteurisasi yang dapat membunuh mikroorganisme, termasuk probiotik.

Karena itu, penting membaca label, terutama keterangan “kultur hidup dan aktif”. 

Selain itu, perhatikan kandungan gula tambahan dan cara penyimpanan. Sebagian besar minuman probiotik perlu disimpan di lemari pendingin agar efektivitasnya tetap terjaga.

Di tengah tren hidup sehat ala Gen Z, minuman probiotik bukan sekadar gaya, tetapi bagian dari kebiasaan kecil yang bisa berdampak pada kesehatan pencernaan dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.