Menanam Harapan dari Panti Asuhan: AGROHOPE Kenalkan Hidroponik ke Remaja Aceh Besar
January 17, 2026 12:33 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Upaya menumbuhkan kemandirian dan kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia muda dilakukan melalui Program AGROHOPE, yang menghadirkan pelatihan budidaya tanaman hidroponik bagi remaja panti asuhan di Aceh Besar. Kegiatan ini berlangsung di UPTD Panti Asuhan Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, Kecamatan Darul Imarah, Kamis (15/1/2026) dan diikuti oleh 18 kader remaja panti asuhan.

Program tersebut diselenggarakan oleh 3P Growthbox  berkolaborasi dengan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di ruang terbatas. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, para peserta diajak memahami bahwa pertanian modern tidak selalu membutuhkan lahan luas.

Materi pelatihan disampaikan oleh Zulhilmi Saputra, S.TP., yang memperkenalkan konsep dasar hidroponik, mulai dari prinsip kerja sistem tanam tanpa tanah, jenis-jenis instalasi hidroponik sederhana, pemilihan media tanam, hingga perawatan tanaman dan pengelolaan nutrisi. Tidak hanya menerima teori, peserta juga terlibat langsung dalam praktik menanam, meracik larutan nutrisi, serta mengenali tahapan pertumbuhan tanaman.

Zulhilmi Saputra hadir membawa tagline " Siapa bilang petani harus kotor-kotoran?" Menurutnya hidroponik merupakan metode penanaman yang sangat relevan bagi generasi muda, terutama di lingkungan dengan keterbatasan lahan seperti panti asuhan atau kawasan perkotaan.
“Hidroponik mengajarkan bahwa bertani tidak selalu harus memiliki lahan luas. Dengan ruang yang terbatas dan pengelolaan yang tepat, adik-adik bisa menghasilkan tanaman sehat dan bernilai,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterampilan dasar ini dapat menjadi bekal hidup bagi remaja, sekaligus membuka wawasan bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para remaja panti asuhan aktif bertanya, mencoba langsung alat dan bahan hidroponik, serta berdiskusi mengenai pemanfaatan hasil panen. Tidak sedikit dari mereka yang mulai membayangkan hidroponik sebagai sumber pangan mandiri, bahkan peluang usaha kecil di lingkungan panti.

Ketua Panitia kegiatan sekaligus Ketua 3PGrowthbox, Wahyu Wahidin, menjelaskan bahwa Program AGROHOPE dirancang sebagai ruang belajar yang membumi dan aplikatif bagi remaja, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan.
“AGROHOPE bukan sekadar pelatihan menanam, tetapi proses menumbuhkan harapan. Kami ingin adik-adik panti asuhan memiliki keterampilan yang bisa mereka rawat, kembangkan, dan rasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” kata Wahyu.

Ia menilai kolaborasi dengan GEN-A menjadi langkah strategis agar program tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dan memberi dampak nyata.
“Kami berharap hidroponik ini terus dikembangkan di lingkungan panti. Anak-anak belajar bertanggung jawab merawat tanaman, belajar sabar, dan memahami bahwa hasil yang baik lahir dari proses yang konsisten,” ujarnya.

Baca juga: GEN-A dan CPMH Psikologi UGM Salurkan Dignity Kit, Jaga Martabat di Tengah Bencana

Sementara itu, GEN-A memandang Program AGROHOPE sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kemandirian remaja. Melalui pertanian hidroponik, peserta tidak hanya belajar tentang pangan, tetapi juga nilai kerja sama, disiplin, ketekunan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Program AGROHOPE sendiri diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, serta keterbatasan lahan yang kian dirasakan masyarakat. Dengan memperkenalkan hidroponik sejak dini, diharapkan generasi muda memiliki perspektif baru tentang pertanian modern yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi zaman.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen peserta untuk merawat instalasi hidroponik yang telah dibuat. Pihak pengelola panti menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat menjadi program rutin yang memberi manfaat jangka panjang bagi anak-anak asuh.

Program AGROHOPE ini juga mendapat dukungan dari Pertamina Foundation melalui Program PFmuda, sebuah inisiatif yang mendorong peran pemuda dalam menghadirkan solusi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Dukungan tersebut memperkuat pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi pengakuan atas upaya kolaboratif GEN-A dan 3PGrowthbox dalam membangun ketahanan pangan berbasis edukasi dan pemberdayaan generasi muda.

Melalui sinergi ini, Program AGROHOPE diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menyiapkan generasi muda Aceh yang berdaya, mandiri, dan peduli terhadap masa depan pangan serta lingkungan.(rel/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.