Laporan wartawan Tribunnews, Endra
TRIBUNNEWS.com - Salat Asar telah ditunaikan, Ramadhan Ali, santri asal Nusa Tenggara Timur (NTT), bergegas menuju kandang kambing etawa di belakang Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Sabiluna, Dusun Sidorejo, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025).
Langkah itu bukan sekadar rutinitas. Di sanalah tanggung jawabnya menunggu. Santri kelas VIII ini dipercaya merawat kambing etawa, amanah kecil yang ia jalani dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.
Begitu tiba di kandang, Ali menyapa "sahabat-sahabatnya" tanpa kata, hanya lewat sentuhan penuh kasih. Satu per satu kambing etawa ia ikat perlahan di sudut kandang agar tak banyak bergerak.
Tangannya yang terlatih lalu membasuh puting susu dengan air bersih, gerakannya lembut dan penuh kesabaran.
Tetes demi tetes susu keluar perlahan, jatuh ke dalam baskom plastik. Sore itu, Ali memerah empat ekor kambing etawa. Hasilnya, 600 mililiter susu segar terkumpul kemudian disimpan dalam freezer, nantinya dikonsumsi santri dan sebagian lainnya dijual kembali.
Pengasuh Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Sabiluna, Ria Oktavia (50), menceritakan sejak awal ia mengonsep Sabiluna menjadi pondok dengan pondasi utama ketahanan pangan dan ekonomi mandiri.
“Gratis semua dari makan, pendidikan, pakaian sekalian jajanannya. Kita tidak meminta donasi, karena membentuk mindset ke anak-anak agar tidak minta-minta. Biar santri berupaya mandiri,” kata Ria saat ditemui Tribunnews.com, Rabu (31/12/2025).
Upaya tersebut tidak berjalan mulus. Usaha peternakan ayam yang sempat dirintis harus berhenti akibat kegagalan kerja sama. Namun dari kegagalan, Ria memilih bangkit dengan perlahan membangun peternakan domba dan kambing etawa secara bertahap.
Pandemi Covid-19 menjadi ujian berikutnya. Kondisi ekonomi masyarakat yang terpuruk membuat jumlah santri bertambah. Anak-anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah berdatangan, termasuk dari Kabupaten Ende, NTT.
Baca juga: Susu Kambing Etawa: Dukungan Alami untuk Asam Urat dan Fungsi Ginjal
Kini sebanyak 25 santri, laki-laki dan perempuan, belajar agama dan keterampilan hidup di Ponpes Sabiluna, dibimbing 10 ustaz. Bertambahnya santri berarti bertambah pula kebutuhan hidup yang harus dipenuhi secara mandiri.
“Kami menambah lini usaha. Kambing etawa, ayam, lele, dan pertanian. Prinsipnya sederhana apa yang dimakan, itu yang kami ternak dan tanam,” kata Ria.
Ponpes Sabiluna memulai memelihara kambing etawa pada 2018. Ria membeli satu pasang indukan dari temannya sesama peternak.
Meski tidak ingat jumlah pastinya, Ria menyebut dari dua, menjadi puluhan kambing etawa seiring berjalannya waktu.
“Sudah enggak terhitung. Alhamdulillah banyak. Ada yang dijual untuk membiayai pendidikan santri. Sekarang tinggal 10 ekor khusus perah,” timpalnya.
Sedangkan pemanfaatan utama susu kambing etawa untuk kebutuhan para santri. Ria menjelaskan dengan rutin mengonsumsinya, daya tahan tubuh tetap terjaga.
Santrinya tidak gampang sakit. Selain itu, keluhan penyakit ringan dapat teratasi berkat susu kambing etawa.
"Kalau santri batuk-batuk atau pas sakit perut. Saya beri minum susu kambing, Alhamdulillah jadi sehat. Kita utamanya jaga kesehatan anak-anak,” imbuh Ria.
Susu kambing etawa juga dibekukan untuk dijual kembali. Ria sendiri sudah memiliki pelanggan tetap dan reseller yang rutin datang setiap sebulan sekali ke Ponpes Sabiluna.
Mereka biasanya langsung memborong puluhan botol. Seperti di akhir 2025 lalu, Ria menjual 100 botol susu kambing etawa dibanderol Rp12.500 per botolnya. Pembeli biasanya akan menjualnya kembali ataupun dikonsumsi sendiri.
Selama berjualan, Ria kerap mendapatkan cerita tentang khasiat susu kambing etawa dari para pelanggannya.
"Kita membuktikan sendiri. Kita menolong konsumen tadinya kakinya osteoporosis, minum 10 botol sudah bisa jalan lagi. Terus ada juga paru-paru sudah kotor sekali, sudah hitam dari hasil rontgennya. Alhamdulillah setelah minum jadi bersih," kata Ria.
Menjadi kepuasan tersendiri bagi Ria ketika mendapatkan cerita orang-orang sembuh dari penyakitnya berkat izin Allah lewat susu kambing etawa. Sehingga ia tidak lupa mengajak masyarakat untuk lebih rutin mengonsumsinya.
“Lebih baik minum susu kambing daripada yang lain, karena kita sudah membuktikan manfaatnya,” tandasnya.
Dari Ponpes Sabiluna kita belajar, manfaat susu kambing etawa bukan hanya menjadi penjaga raga santri, tetapi juga pilar ekonomi mandiri dan sarana pendidikan karakter yang menumbuhkan kemandirian, kepedulian, serta harapan masa depan bagi anak-anak yatim dhuafa.
Ahli gizi Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Faurina Risca Fauzia, S. Gz., M.P.H., mengungkap keistimewaan susu kambing etawa dibanding susu sapi.
Susu kambing etawa mudah dicerna tubuh karena memiliki butiran-butiran lemak yang jauh lebih kecil daripada susu sapi.
"Biasanya, susu etawa ini butuh sekitar 20 menit untuk dicerna lambung. Sedangkan susu sapi memiliki molekul lemak lebih besar, sehingga membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam," ujar Faurina saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).
Kelebihan lainnya dalam satu gelas (240-250 ml), susu kambing etawa mengandung kalsium lebih tinggi (320-370 mg) dibanding susu sapi (270-300 mg). Kalsium berperan menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.
"Susu etawa juga memiliki kandungan vitamin A yang lebih mudah diserap dibandingkan susu lainnya. Ada pula asam lemak untuk menyehatkan jantung," kata Faurina.
Kandungan susu kambing etawa lainnya ada fluorin, protein, karbohidrat, fosfor, zat besi, natrium, kalium, tembaga, seng, vitamin B1, vitamin B3, hingga vitamin C.
Faurina menambahkan, susu kambing etawa sangat disarankan untuk penderita alergi laktosa yang biasanya mengalami kembung setelah minum susu sapi.
Ditanya soal produk susu etawa dalam bentuk serbuk. Ia memastikan, kandungan gizi akan tetap terjaga asalkan diolah dengan cara yang tepat, seperti metode spray drying.
Baca juga: Alergi Susu Sapi Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak
"Selama caranya benar, nilai gizi susu kambing etawa akan tetap baik. Kandungan makronutrien dan mineral utama tidak rusak hanya karena proses pengeringan," urainya.
Susu kambing etawa serbuk juga lebih higienis dibanding dalam bentuk cair. Hal dikarenakan selama proses pengeringan kadar air berkurang drastis.
"Kalau produk segar mudah basi. Untuk susu etawa bubuk potensi bakteri berkembang itu sangat minim. Jadi lebih higienis dan praktis," bebernya.
Faurina tidak lupa mengingatkan agar konsumen cerdas ketika memilih produk susu etawa. Penting diperhatikan komposisi yang tertera dalam kemasan.
"Pastikan terbuat dari susu etawa murni. Bukan diberi perasa atau gula tambahan. Dari warna pilih yang putih kuning alami, bukan putih bersih secara kimiawi. Itu ciri produk berkualitas," katanya.
Cara mengonsumsi susu kambing etawa bubuk tak boleh sembarangan agar bisa dirasakan manfaatnya. Faurina menyarankan agar susu tidak diseduh dengan air mendidih, karena dapat merusak kandungan gizinya.
“Suhu air sebaiknya berkisar antara 40–50 derajat Celsius,” ujarnya.
Adapun waktu terbaik mengonsumsi susu kambing etawa ketika saat perut kosong di pagi hari atau sebelum tidur.
Untuk menunjang aktivitas harian, susu kambing etawa cukup diminum satu gelas (200 ml) per hari. Jika tujuan pengobatan penyakit tertentu, konsumsi dapat ditingkatkan menjadi dua gelas per hari, yakni pada pagi dan malam hari.
Faurina kemudian menjelaskan sejumlah manfaat susu kambing etawa sebagai pendukung aktivitas harian.
Pertama, kandungan asam lemak dan protein yang tinggi di susu etawa dapat memberikan energi instan yang dibutuhkan untuk beraktivitas.
Kedua, kandungan mineral seperti magnesium dan fosfor membantu meningkatkan fokus serta menjaga stabilitas suasana hati (mood).
Ketiga, susu ini juga sangat direkomendasikan bagi mereka yang bekerja dengan aktivitas berpikir intens maupun kegiatan fisik berat, karena dapat membantu memulihkan otot yang lelah.
Keempat, kandungan fluorin dalam susu kambing etawa berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh secara alami, sehingga tubuh tidak mudah sakit terserang penyakit.
Kelima, kandungan kalsium dalam susu kambing etawa sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
“Terakhir, susu kambing etawa dapat menjadi asupan alami yang membantu menunjang gaya hidup modern yang serba cepat di tengah gempuran ultra proses food,” tandasnya. (*)