Pemulihan Infrastruktur Menuju Tempur Jepara Ditarget Tiga Pekan, BNPB Fokus Tangani Jalan Putus
January 17, 2026 06:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr Suharyanto menegaskan bahwa fokus utama penanganan dampak bencana di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara adalah pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang terputus.

Pertama, akses jalan yang terputus sekitar 50-60 meter harus dibangun kembali segera mungkin.

Meski nantinya dalam bentuk jalan darurat, namun diharapkan tidak hanya dilalui sepeda motor saja, namun juga bisa dilalui oleh mobil atau kendaraan roda empat.

Kedua, kepala BNPB juga menyoroti adanya jembatan yang terputus setelah memasuki gapura selamat datang Desa Tempur. Jembatan tersebut saat ini sudah dibangun oleh warga dengan menggunakan kayu.

Namun baru bisa digunakan untuk akses jalan kaki dan sepeda motor.

Dia berharap jembatan tersebut juga menjadi prioritas agar dibangun jembatan darurat yang cukup kokoh untuk akses mobil.
Suharyanto juga menyoroti beberapa titik ruas jalan yang rusak dampak banjir dan longsor. Supaya dibenahi agar tidak membahayakan di kemudian hari.

"Soal rute baru, ini nunggu lama, misal butuh waktu 6 bulan pun masak masyarakat dibiarkan saja. Jadi jangka pendek ini (jalan) tetap ini dibersihkan," terangnya usai meninjau dampak bencana di Desa Tempur, Jumat (16/01/2026).

Suharyanto menyebut, bantuan bronjong dari pemerintah sudah datang untuk membangun jalan dan jembatan yang terputus.

Ditarget dalam waktu 2-3 Minggu jalan dan jembatan darurat sudah pulih bisa dilalui.

Kata dia, hasil rapat koordinasi di lokasi bencana disepakati bahwa akses jalan dan jembatan harus pulih meski dalam kondisi darurat.

Dikarenakan ada 3.500 lebih jiwa dari penduduk Desa Tempur yang terisolir. Mereka tidak bisa lagi cari jalan lain karena hanya ada satu jalan menuju Desa Tempur, sehingga jalan yang mengalami bencana banjir dan longsor jadi akses satu-satunya.

"Jembatan darurat nantinya bisa cukup kuat beberapa bulan bisa dilalui kendaraan roda empat. Ini sifatnya darurat," tuturnya.

BNPB juga tak lupa memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar menegaskan, fokus utama saat ini adalah pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana.

Diperkirakan untuk pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan membutuhkan biaya kurang lebih Rp 90 miliar.

Belum lagi kebutuhan-kebutuhan lain yang difokuskan sebagai bagian dari penanganan kebencanaan.

"Kita akan ajukan anggaran ke BNPB. Angkanya masih harus kami koordinasikan kebutuhannya berapa, yang jelas di atas Rp 100 miliar," ujarnya. (Saiful Ma'sum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.