Puting Beliung Rusak 169 Rumah di Kotayasa Banyumas, DPRD Dorong Penanganan Cepat
January 17, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puting beliung menerjang Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1/2026) sore. 


Bencana angin berputar yang berlangsung singkat itu merusak ratusan rumah warga dan memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi sementara.


Berdasarkan data BPBD Banyumas, total terdapat 169 rumah terdampak. 


Sebanyak 165 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara empat rumah rusak berat. 


Dampak paling parah terjadi di RW 03 dengan 156 kepala keluarga terdampak, disusul RW 05 sebanyak 13 kepala keluarga. 


Tercatat 69 KK mengungsi sementara ke rumah kerabat.


Peristiwa puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 - 17.30 WIB. 


Angin berputar datang dari arah utara selama kurang lebih lima menit, disertai hujan ringan. 


Atap dan seng rumah beterbangan, memicu kepanikan warga. 


Ketua Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Priyanggodo, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. 


Ia menegaskan DPRD Banyumas langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan maksimal.


"Kami DPRD Banyumas melihat langsung situasi di Kotayasa dan merasa prihatin. 


Kami langsung koordinasi dengan BPBD, Dinas Perkim, dan Bupati. 


Prinsipnya, langkah maksimal akan segera dilakukan," ujar Agus kepada Tribunbanyumas.com saat meninjau lokasi rumah terdampak, Sabtu (17/1/2026).


Menurutnya, saat ini kebutuhan warga terdampak masih terus didata, baik dari sisi logistik, tenaga, hingga dukungan relawan. 


Sejumlah pihak juga telah dihubungi untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).


"Sedang didata apa saja kebutuhannya, termasuk dari PMI. 


Ada juga CSR dari BKK, BRI, dan Bank Jateng. 


Kami hubungi melalui surat resmi agar ada kepedulian bersama," jelasnya.


Agus menambahkan, secara regulasi dan anggaran, pemerintah daerah telah memiliki skema dana kedaruratan dan dana tanggap darurat yang bisa digunakan untuk seluruh wilayah kabupaten. 


Ia menyebut kejadian ini sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan baru di BPBD Banyumas.


"Konsepnya kolaborasi dan kepedulian terhadap bencana. 


Rumah rusak itu dilihat kebutuhannya, apakah perlu tenaga teknisi, logistik, atau relawan. 


Insyaallah dikerjakan secara gotong royong, termasuk melibatkan organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila," katanya.


Dari sisi logistik, Agus memastikan ketersediaan bantuan relatif aman. 


BPBD dan PMI telah memiliki stok, ditambah dukungan dari berbagai pihak.


Tantangan utama saat ini adalah kebutuhan tenaga harian dan tenaga profesional untuk perbaikan rumah warga.


"Perkiraan tenaga harian yang dibutuhkan sekitar 30 sampai 50 orang. 

Baca juga: Batu Bersuara Gamelan Singkap Peradaban Masa Lalu di Majenang Cilacap


Untuk tenaga profesional tinggal dihitung kebutuhannya berapa hari. 


Targetnya dalam tiga sampai lima hari ke depan sudah selesai," ujarnya.


Sementara itu, BPBD Banyumas telah menyiapkan dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. 


Pemerintah kecamatan juga menggelar apel siaga bencana sebagai langkah antisipasi.


Meski wilayah pegunungan Banyumas dikenal rawan puting beliung, warga menyebut kerusakan rumah parah seperti kali ini baru pertama kali terjadi.


Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. 


Aliran listrik sempat dipadamkan sementara karena kabel terlepas, guna mencegah risiko bahaya lanjutan. (jti) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.