Tribunlampung.co.id, Depok - Istri seorang anggota polisi bernama Erika merelakan mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 7073 UB mengalami kerusakan seusai ditabrak sebuah truk.
Peristiwa tersebut terjadi di Tanjakan Yapan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026).
Erika sengaja mengambil keputusan itu demi menghindari jatuhnya korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut.
Dikutip dari viralrepost.id, kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi F 9501 AA gagal menaklukkan kecuraman tanjakan.
Diduga akibat kelebihan muatan (overload), as roda belakang truk tersebut patah, membuatnya hilang kendali dan meluncur mundur dengan cepat.
Erika, pengemudi Fortuner bernomor polisi B 7073 UB sekaligus istri dari seorang anggota polisi, berada tepat di belakang truk tersebut.
Ia menyaksikan langsung detik-detik truk besar itu kehilangan tenaga.
"Saya lihat truk itu berhenti karena tidak kuat menanjak, lalu mulai mundur. Saya sudah klakson berkali-kali, tapi truk tetap terus mundur ke arah kami," ungkap Erika saat ditemui di lokasi kejadian, dikutip dari warta Kota.
Dalam posisi terjepit di kemacetan, Erika dihadapkan pada pilihan sulit.
Ruang geraknya terkunci oleh kepadatan lalu lintas dari sisi kiri dan kanan.
Jika ia membanting setir, nyawa pengendara lain di belakangnya terutama para pemotor bisa terancam.
"Saya mau ke kanan tapi ramai, kalau saya mundur lebih jauh lagi, saya nabrak orang di belakang. Jadi akhirnya saya yang 'menahan' tabrakan itu. Dari kanan macet, dari kiri macet," terangnya dengan tenang meski mobilnya mengalami kerusakan.
Erika menegaskan bahwa ia sebenarnya sudah menjaga jarak aman, namun karena as roda truk patah, kendaraan berat tersebut meluncur tanpa kendali.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elni Fitri, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk melaju di jalan tanjakan.
Di tengah tanjakan, kendaraan besar itu tiba-tiba kehilangan tenaga.
“Truk saat menanjak tidak kuat, kemudian as roda patah. Akibatnya kendaraan mundur dan menabrak mobil Fortuner yang berada tepat di belakangnya,” ujar Elni.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, truk tersebut diduga membawa muatan melebihi kapasitas sehingga tidak mampu melintasi tanjakan dan mengalami kerusakan pada bagian as roda.
“Dugaan sementara, truk membawa muatan berlebih sehingga tidak kuat menanjak,” katanya.
Akibat truk berhenti melintang di tengah badan jalan, arus lalu lintas di Jalan Raya Muchtar sempat mengalami kepadatan.
Kendaraan dari kedua arah terpaksa melambat hingga terjadi antrean cukup panjang.
“Situasi lalu lintas sempat padat merayap karena posisi truk berada tepat di tengah jalan,” jelas Elni.
Petugas Satlantas Polres Metro Depok segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas serta penanganan kendaraan yang terlibat kecelakaan agar kemacetan tidak semakin meluas.
Dalam peristiwa tersebut, mobil Toyota Fortuner diketahui ditumpangi oleh dua orang.
Keduanya dipastikan selamat dan tidak mengalami luka.
“Pengemudi dan satu penumpang Fortuner dalam kondisi sehat. Tidak ada korban jiwa maupun luka, hanya kerusakan pada kendaraan,” ungkap Elni.
Menutup keterangannya, polisi mengimbau para pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat melintasi jalur menanjak dan berada di belakang kendaraan besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman, khususnya saat berada di belakang truk di jalan menanjak karena berpotensi mundur,” pungkasnya.
Baca juga: Ahmad Sahroni Maafkan Para Terdakwa Penjarahan Rumah Pribadinya