Banjir Bengawan Jero, Pemkab Lamongan Berlakukan Status Tanggap Darurat
January 17, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Banjir luapan sungai Bengawan Jero yang menggenangi lima wilayah kecamatan di Lamongan, Jatim tidak menunjukkan tanda-tanda surut hingga Sabtu (17/1/2026).

Kondisi ini lantaran intensitas  hujan yang mengguyur Lamongan masih cukup tinggi yang berdampak dengan banjir di sejumlah wilayah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat, berdasarkan rekapitulasi dari lima kecamatan terdampak, tercatat sebanyak 2.105 rumah yang dihuni oleh 2.330 KK atau 8.334 jiwa terendam banjir.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Terdampak Banjir Bengawan Jero Lamongan Melonjak Drastis

Akibat banjir tersebut kerugian besar dialami para petambak. Sementara ruas  jalan  poros yang terendam total sepanjang 14, 232 kilometer  dan 17, 247 kilometer jalan lingkungan.

Berdampak Signifikan pada Sektor Pertanian

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi mengatakan, banjir Bengawan Jero  sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026 telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. 

"Teercatat lebih dari 31.000 hektare lahan sawah dan tambak di lima kecamatan terendam banjir," kata Ery pada SURYA.CO.ID, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: DWP Lamongan Salurkan 350 Paket Sembako untuk Korban Banjir Bengawan Jero

Lima kecamatan yang terdampak meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah.

Dari keseluruhan wilayah tersebut, Kecamatan Kalitengah menjadi daerah dengan luasan sawah dan tambak terendam paling besar.

Berlakukan Masa Tanggap Darurat

Pemkab Lamongan memberlakukan status masa tanggap darurat yang seharusnya berakhir kini diperpanjang selama dua pekan ke depan.

"Status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari kalender, terhitung mulai tanggal 12 hingga 26 Januari 2026," ujar Ery. 

Status tanggap darurat diperlukan agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara maksimal.

“Penetapan status tanggap darurat ini untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab dan Instansi Terkait Terus Lakukan Pemantauan 

Sejumlah kecamatan terdampak banjir di kawasan Bengawan Jero, dengan ketinggian air bervariasi yang menggenangi permukiman, lahan pertanian, serta fasilitas umum.

Pemkab Lamongan bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan pemantauan lapangan, penyaluran bantuan kepada warga terdampak, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.

Perpanjangan status tanggap darurat ini ini diambil sebagai respons atas kondisi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Lamongan.

Menurut Ery, banjir masih bertahan karena intensitas hujan yang berada jauh di atas rata-rata normal. 

"Intensitas hujan masih sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 100,4 mm/detik. Kondisi ini membuat kita harus tetap siaga dan mempercepat penanganan di lapangan," katanya.'

Dampak Banjir di Lima Kecamatan

Dampak banjir yang tersebar di lima kecamatan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. 
Kecamatan Turi tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling luas, di mana 1.946 rumah terendam dan lebih dari 6.000 warga terdampak di 12 desa, termasuk Desa Putatkumpul yang mengalami dampak cukup signifikan.

Kondisi serupa terlihat di Kecamatan Karangbinangun dengan 784 rumah terdampak, namun wilayah ini mencatat kerusakan lahan pertanian terluas mencapai 2.347 hektare sawah dan tambak. Di Kecamatan Glagah, sebanyak 723 rumah terendam dengan 991 hektare lahan terdampak yang tersebar di 9 desa.

Sementara itu, di Kecamatan Deket, banjir menggenangi 695 rumah dan 751 hektare lahan. Sedangkan di Kecamatan Kalitengah, tercatat 604 rumah warga yang terdampak luapan air dengan luas lahan terendam mencapai 1.065 hektare.

Distribusikan Bantuan Logistik

Sebagai upaya meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mulai mendistribusikan bantuan logistik secara bertahap ke sejumlah desa terdampak.

"Pemkab Lamongan telah menyalurkan sebanyak 9 ton beras bagi warga terdampak banjir luapan Bengawan Jero. Kami terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat ini," pungkasnya.

Sementara itu banjir yang menggenangi jalan provinsi Sumlaran - Karanggeneng, tepatnya di Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karenggeneng depan Ponpes Matholi'ul Anwar hingga kini  masih bertahan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga akhir Januari. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.