Normalisasi Kali Marmoyo Jombang Dipercepat, Titik Sumbatan Air Dibersihkan
January 17, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pemkab Jombang dan Perum Jasa Tirta (PJT) terus berupaya memperlancar aliran Kali Marmoyo.

Sejumlah titik penyumbatan di sepanjang sungai yang kerap memicu banjir kini mulai dibersihkan dengan bantuan alat berat.

Dua unit alat berat diturunkan untuk mengangkat tumpukan bambu, sampah, dan vegetasi liar yang menyangkut di bawah jembatan Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang Sabtu (17/1/2026). 

Baca juga: Ratusan Hektare Sawah di Jombang Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Langkah ini diambil sebagai respons atas genangan yang berlangsung lama di beberapa wilayah sekitar aliran sungai.

Pembersihan Dilakukan Secara Terpadu

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Sultoni, mengatakan pembersihan dilakukan secara terpadu.

Satu alat berat jenis amfibi milik PJT diterjunkan langsung ke badan sungai, sementara satu unit long arm dari Pemkab Jombang disiagakan untuk mendukung pekerjaan dari tepi.

Baca juga: Ular Masuk Rumah Warga Desa Plandi Jombang, Tim Damkar Dipanggil untuk Mengamankannya

"Alat amfibi lebih efektif karena mampu menjangkau area sungai yang luas. Long arm tetap kami gunakan, meskipun jangkauannya terbatas," ucapnya saat dikonfirmasi terpisah oleh SURYA.CO.ID, pada Sabtu (17/1/2026). 

Sisir Aliran Sungai

Pekerjaan dimulai sejak Rabu (14/1/2026) dari wilayah Kecamatan Kudu, menyisir aliran sungai mulai Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang hingga Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Jombang.

Di sepanjang jalur tersebut, petugas menemukan banyak hambatan yang memperlambat laju air.

Salah satu titik krusial berada di bawah jembatan Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Setelah material penyumbat diangkat, aliran air langsung menunjukkan perbaikan signifikan.

Saat ini, tim bergerak menuju hilir Kali Marmoyo. Fokus pembersihan diarahkan pada tanaman liar yang tumbuh di tengah sungai, termasuk pohon waru, rumpun bambu, serta endapan sampah. Hasil pemetaan PJT mencatat sedikitnya lima lokasi yang menjadi titik rawan sumbatan.

Minimalisir Dampak Banjir Lewat Normalisasi Sungai

Menurut Sultoni, normalisasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir, meski potensi curah hujan tinggi masih ada.

"Setidaknya air bisa mengalir lebih cepat dan genangan tidak bertahan lama," katanya. 

Sumbatan aliran Kali Marmoyo sebelumnya menyebabkan limpasan air meluas hingga Kecamatan Ngusikan.

Air dari wilayah Ploso dan Kudu meluber menyeberangi jalan, lalu masuk ke saluran pembuangan yang membentang sampai Desa Kedungbogo dan Ketapangkuning, dengan panjang aliran mencapai delapan kilometer.

Kondisi tersebut turut memengaruhi elevasi muka air di hulu Dam Mernung, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Jombang yang masih terpantau tinggi meski belum menyentuh batas kritis.

"Penanganan ini kami lakukan agar air bisa segera terbuang. Walaupun banjir belum sepenuhnya hilang, setidaknya risikonya dapat ditekan," pungkas Sultoni.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.