Kronologis Remaja di Karimun Tewas Kondisi Tak Wajar, Sang Ibu Histeris Lihat Kondisi Anaknya
January 17, 2026 06:37 PM

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Teriakan seorang ibu dari dalam rumah di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (16/1/2026) memecah keheningan pagi.

Suara histeris itu berasal dari ibu seorang remaja laki-laki di Karimun berinisial D (18).

Sang ibu berteriak memanggil suaminya, setelah melihat langsung anak yang ia besarkan sejak kecil dalam kondisi leher tergantung seutas tali.

Awalnya, ibu D (18) ingin melihat anaknya yang tidur di ruang tamu rumah mereka sekira pukul 06.15 WIB.

Kejadian itu sontak membuat warga Desa Lubuk gempar.

Ayah remaja laki-laki yang diketahui merupakan pelajar kelas XII SMAN 1 Kundur itu menghubungi Kades Lubuk.

Informasi itu kemudian diteruskan perangkat desa ke Bhabinkamtibmas Desa Lubuk, hingga anggota Polsek Kundur tiba di lokasi sekira pukul 07.00 WIB.

"Kami sudah ke TKP untuk penyelidikan awal," ucap Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Kundur, AKP Septimaris.

Tidak hanya anggota Polsek Kundur, tim medis lengkap dengan ambulans tiba di depan rumah remaja di Karimun itu.

Masih pada hari yang sama, sekira pukul 07.10 WIB, remaja di Karimun itu dibawa ke RSUD Tanjung Batu Kundur menggunakan ambulans.

Sekira 30 menit atau pukul 07.30 WIB, tubuh remaja laki-laki di Karimun itu tiba di RSUD Tanjung Batu untuk keperluan visum eT revertum.

Hasil visum yang dilakukan dr Wahyu Ramanda mengungkap jika remaja laki-laki di Karimun itu diperkirakan meninggal dunia kurang lebih 4 jam yang lalu.

Sejauh ini untuk faktor penyebab kematian korban masih didalami oleh pihak kepolisian.

"Kami masih mendalami untuk mengetahui motifnya. Salah satunya meminta keterangan dari keluarga dan rekan-rekan yang bersangkutan,” kata Septimaris.

Pesan Terakhir Remaja di Karimun Sebelum Tewas

Pesan terakhir terungkap dari D (18), remaja laki-laki kelahiran tahun 2008 yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar.

Warga mengenalnya sebagai pemuda asli Tanjung Batu, Kundur serta anak pertama dari tiga bersaudara.

Sebelum mengakhiri hidup, dia sempat mengucapkan satu kalimat kepada sang adik ketika berkunjung di tempat dagangan orang tuanya. 

Informasi yang TribunBatam.id terima dari salah satu warga mengatakan korban sempat mengunjungi dan mencari ibunya pada di tempat jualan sang ibu, dan berpesan kepada sang adik dengan kalimat yang memilukan. 

"Adiknya bercerita tadi kepada kami kalau korban sempat datang ke tempat ibunya jualan. Dia ada ngomong satu kalimat kepada adiknya 'Tolong jaga Bunda, ya'. Gitu lah adiknya bercerita tadi waktu kami lagi takziah di rumah duka," ungkap warga tersebut. 

Sementara itu remaja yang duduk di kelas XII itu dikenal baik dan sangat bersosialisasi di kalangan masyarakat setempat. 

Tak hanya keluarga, guru dan rekannya di SMAN 1 Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut berkabung dengan meninggalnya pelajar kelas XII itu.

Semasa hidup, D merupakan sosok yang sangat bagus secara akademik maupun non akademik dan tidak mempunyai masalah selama mengenyam di bangku sekolah.

Ia bahkan dikenal sebagai pemain voli.

Pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa D (18) sempat melakukan foto angkatan malam sebelum kejadian tersebut. 

"Kemarin saat saya pergi kerumah duka ada yang menyampaikan kalau Almarhum ada ngirim pesan singkat ke bundanya. Di situ dia bilang, 'Abang sayang Bunda'. Cuma ibunya respons dengan memberi tanda love aja, karena pasti tidak ada pikiran aneh aneh," jelas Turiang Arta Uli, Kepala Sekolah SMAN 1 Kundur. 

Dengan ada kejadian tersebut, pihak sekolah sangat terkejut dan merasakan duka yang sangat mendalam.

Karena salah satu anak didik yang terkenal baik dan bagus secara akademik serta non akademik tersebut nekad melakukan tindakan tersebut. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani/*)

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.