Mengenal Pesawat ATR 42-500, Pesawat Baling-baling Modern dengan Kecepatan 556 Km/Jam
January 17, 2026 07:45 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pesawat ATR 43-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat ATR 43-500 merupakan armada milik PT Indonesia Air Transport salah satu perusahaan jasa charter pilihan di Indonesia sejak didirikan pada tahun 1968 dan pertama kali go public pada tahun 2006 tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Dilansir dari laman website indonesia-air.com, Pesawat ATR 43-500 dirancang khusus untuk mendukung operasional penerbangan strategis.

Dirancang untuk memberikan penerbangan yang nyaman, seri ATR 42-500 kami dapat menjadi ruang kantor dan konferensi anda di udara. 

Dilengkapi dengan bahan yang dipilih dengan cermat, memberikan interior suasana kelas atas. 

Bersamaan dengan fitur-fitur mewahnya, kabin seri ATR 42 menawarkan ruang dan kemewahan untuk perjalanan bisnis atau liburan yang efisien dan nyaman yang anda butuhkan.

ATR 42-500 series membuat setiap penerbangan Anda menjadi penerbangan yang sangat penting.

Spesifikasi  Pesawat ATR 42-500

Seri ATR 42 adalah versi produksi terkini. Dengan desain yang benar-benar baru dengan banyak peningkatan baru untuk performa dan kenyamanan penumpang.  

Pesawat ini memiliki mesin baru, baling-baling baru, kabin yang dirancang baru, dan peningkatan kapasitas bobot. 

Seri ATR 42 kami terdaftar dalam Program Part by Hour dari Sabena.

  • Ketinggian Maksimum: 7,620m
  • Kecepatan: 556 km/hr
  • Jarak: 2,037 km
  • Kapasitas Penumpang: 46 seats (diluar crew)

Pesawat Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Hilang

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Jogjakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita.

Dilansir dari Tribunnews, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 awak dan 3 penumpang,.

Informasi awal diterima oleh Basarnas Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun dari AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa personel SAR segera bergerak menuju lokasi dugaan.

"Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi. Informasinya daerah Leang-leang," ujarnya.

Dalam operasi awal ini, Basarnas Makassar menurunkan sekitar 25 personel yang dibagi ke dalam tiga regu untuk mempercepat proses penelusuran di lapangan.

Baca juga: Angkut 11 Orang, Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.