Kronologi Lengkap Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Ditumpangi 7 Kru dan 3 Penumpang
January 17, 2026 08:44 PM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Kronologi pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026).

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Pesawat ditumpangi 10 orang terdiri dari 7 kru dan 3 orang penumpang.

Namun saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat tersebut.

Baca juga: Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Ini Daftar Nama 8 Kru dan 3 Penumpang

Baca juga: Beradar Foto, Pendaki Temukan Serpihan Diduga Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaruang Pangkep

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Dalam proses pendekatan ke landasan pacu RWY 21, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan koreksi posisi,” ujar Lukman dalam keterangan resmi diterima Tribun-Sulbar.com.

peta
PETA LOKASI JATUHNYA PESAWAT- Tangkap layar titik koordinat lokasi diduga jatuhnya Pesawat ATR 42- 500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026). Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.Pesawat ditumpangi 10 orang terdiri dari 7 kru dan 3 orang penumpang.Namun saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat tersebut.

ATC kemudian menyampaikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

“Namun setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus dan dinyatakan loss contact,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, ATC Makassar langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) dan berkoordinasi dengan Basarnas serta aparat kepolisian.

AirNav Indonesia Cabang MATSC juga segera menghubungi Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan.

Sebagai langkah lanjutan, pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus dijadikan lokasi pendirian posko Basarnas.

Pencarian lanjutan direncanakan melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, yang dijadwalkan terbang pada pukul 16.25 Wita.

Sementara itu, pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

Area pencarian pesawat ATR  42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar diperluas, Sabtu (17/1/2026). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.