TRIBUNJOGJA.COM - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Persiapan ini penting agar ibadah selama Ramadhan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan maksimal.
Para ulama menekankan bahwa Ramadhan sebaiknya disambut dengan amal-amal kebaikan sejak bulan-bulan sebelumnya.
Berikut 9 amalan yang bisa dilakukan sebelum Ramadhan, dilengkapi dalil Al-Qur’an dan hadis dalam bahasa Arab dan terjemahannya.
Taubat menjadi langkah awal menyambut Ramadhan agar hati bersih dari dosa dan maksiat.
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Taubat yang dilakukan sebelum Ramadhan akan membuat ibadah lebih tenang dan bermakna.
Puasa sunnah menjadi latihan sebelum menjalani puasa wajib sebulan penuh.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa sunnah dibandingkan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, sehingga membiasakan tilawah sebelum Ramadhan sangat dianjurkan.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Melunasi hutang puasa sebelum Ramadhan berikutnya adalah kewajiban.
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
“Aku memiliki hutang puasa Ramadhan dan aku tidak bisa mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadhan sebaiknya disambut tanpa dendam dan permusuhan.
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Muslim)
Sedekah sebelum Ramadhan melatih keikhlasan dan kepedulian sosial.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Memahami fiqih puasa akan membuat ibadah lebih sempurna.
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Doa ini dikenal sebagai doa yang sering diamalkan para salaf.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: 'Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (pertemukanlah) kami dengan bulan Ramadhan'." (HR. Ahmad, At-Thabarani, dan Al-Baihaqi).
Puasa tidak bernilai jika tidak diiringi dengan akhlak yang baik.
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum.” (HR. Bukhari)
Menyambut Ramadhan bukan hanya soal persiapan jadwal puasa, tetapi juga kesiapan iman dan akhlak.
Dengan membiasakan amalan-amalan ini sebelum Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat memasuki bulan suci dengan kondisi terbaik dan meraih keberkahan maksimal.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)