Minyakita Langka di Pasar Manis Ciamis, Pedagang Sebut Distributor Batasi Pembelian
January 17, 2026 04:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Minyak goreng subsidi Minyakita semakin sulit ditemukan di Pasar Manis Ciamis. 

Sejumlah pedagang mengaku sudah tidak lagi menjual Minyakita karena pasokan dari distributor disebut langka dan pembeliannya dibatasi.

Kondisi tersebut membuat pedagang kelimpungan, sementara masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis, Yani, mengungkapkan bahwa kiosnya sudah beberapa hari terakhir tidak menyediakan Minyakita, baik kemasan botol maupun refill.

“Sudah beberapa hari ini saya tidak lagi menjual Minyakita karena memang barangnya tidak ada,” ujar Yani, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Dapur Rumah Warga di Panumbangan Ciamis Terbakar, Diduga Akibat Tungku Api

Menurut Yani, kelangkaan Minyakita bukan hanya dialami satu atau dua pedagang saja.

Hampir seluruh distributor yang biasa memasok minyak goreng subsidi tersebut kini tidak lagi menyediakan stok.

“Kami sudah cari ke beberapa distributor, tapi jawabannya sama, Minyakita tidak ada,” katanya.

Bahkan, lanjut Yani, jika Minyakita tersedia, pembeliannya kerap dibatasi. 

Pedagang juga diwajibkan membeli minyak goreng non-subsidi merek lain agar bisa mendapatkan Minyakita.

“Kalau pun ada, jatahnya sedikit dan harus beli minyak non-subsidi dulu. Kalau tidak, ya kami tidak dilayani,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut cukup memberatkan pedagang kecil. 

Selain modal bertambah, Minyakita yang seharusnya mudah diakses justru sulit diperoleh.

Yani menambahkan, hasil penelusurannya di Pasar Manis Ciamis menunjukkan hampir semua pedagang mengalami hal serupa.

“Saya keliling ke kios-kios lain, jawabannya sama. Mereka juga tidak menjual Minyakita karena stok kosong,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, Yani berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan distribusi Minyakita kembali lancar di pasaran. 

Ia juga meminta agar harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

“Minyakita ini sangat dibutuhkan masyarakat karena harganya terjangkau. Kami berharap stoknya kembali normal dan harganya sesuai HET,” pungkasnya.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.