TRIBUNTRENDS.COM - Bak balas pembahasan Pandji Pragiwaksono soal 'mata ngantuk', Gibran Rakabuming unggah konten bahas 'ngantuk' bareng Tretan Muslim dan Coki Pardede.
Melalui Instagram Story miliknya pada Sabtu (17/1/2025), Gibran unggah ulang konten yang sehari sebelumnya telah diposting oleh Coki Pardede dan Tretan Muslim melalui Instagram mereka.
Konten itu menampilkan video singkat ketika Coki Pardede, Tretan Muslim, dan Gibran tengah duduk satu meja.
Tretan Muslim lantas bertanya ke Coki mengapa ia mengantuk padahal sudah mau syuting.
"Ente mau syuting kok ngantuk gitu sih Cok?" kata Tretan Muslim.
Coki lantas membantah ia mengantuk.
Baca juga: Tak Tersinggung, Dharma Pongrekun Senang Diroasting Pandji, Tanyakan Pose Jilat Jari: Pengin Ketemu
Ia justru menunjuk seseorang di sebelahnya yang ternyata adalah Gibran.
"Gua mah nggak ngantuk kali, yang ngantuk mah dia," ujar Coki sambil menunjuk Gibran.
Gibran hanya senyum-senyum saja sambil mengacungkan jempol tanpa berkata apapun.
Tak berhenti di situ, Coki lantas memberikan segelas kopi untuk Gibran.
"Mas biar nggak ngantuk, kopinya," ucap Coki.
"Makasih," jawab Gibran singkat.
Dalam unggahannya di Instagram Story, Gibran masih bisa menuliskan candaan satir.
"99 persen terdeteksi AI," tulisnya.
Ucapan Gibran itu bak mendahului orang-orang yang akan menyebut bahwa video bersama Tretan Muslim dan Coki adalah rekayasa AI.
Pembahasan soal ngantuk ini diyakini netizen sebagai balasan Gibran untuk konten Mens Rea Pandji Pragiwaksono.
Baca juga: Mahfud MD Tertawa Lihat Anggota DPR Debat Soal Gibran di Materi Pandji: Masa Bilang Ngantuk Menghina
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono memang sempat meroasting Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam materi stand up-nya di Mens Rea.
Pandji menyinggung soal mata Gibran yang terlihat 'ngantuk'.
"Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak.
Ganjar, ganteng ya. Anies, manis ya. Prabowo, gemoy ya.
Atau Wakil Presidennya, Gibran, ngantuk ya.
Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya.
Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia," ucap Pandji.
Materi stand up Pandji yang menyinggung soal fisik ini langsung mendapat kritik dari Tompi.
Menurutnya, tidak seharusnya seseorang membuat kritik dengan menjadikan penampilan fisik orang lain sebagai lelucon.
"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.
Baca juga: 10 Isu Penting Dibahas Pandji di Mens Rea, Politik hingga Keresahan Masyarakat, Ada Kesehatan Mental
Apa yang terlihat “mengantuk” pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi.
Tompi mempersilakan orang untuk menyuarakan kritik.
Namun ia mengingatkan bahwasanya merendahkan kondisi fisik merupakan kemalasan berpikir.
"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir.
Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline.
Btw sy nonton shownya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya…
PTOSIS : meskipun bs dikoreksi secara operasi… tp tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien utk mau atau tidak," jelas Tompi. (Tribun Trends/GPS)