TRIBUNTRENDS.COM - Rylan Henry Pribadi cucu konglomerat Henry Pribadi yang baru saja meninggal dunia.
Rylan Henry Pribadi meninggal dunia ketika sedang bermain ski di Jepang pada 7 Januari 2026.
Remaja berusia 17 tahun ini tengah berlibur ke Niseko, Jepang bersama sejumlah teman untuk liburan musim dingin.
Niseko sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi ski favorit wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia, karena kualitas saljunya yang disebut-sebut terbaik di dunia.
Pada hari nahas Rabu (7/1/2026), Rylan pergi bermain ski sendirian.
Polisi hingga saat ini masih mendalami mengapa Rylan pergi main ski sendirian.
Baca juga: Siapa Rylan Henry Pribadi, Cucu Konglomerat Meninggal di Usia 17 Tahun, Kabar Wafat Viral di Medsos
Sebab ia datang bersama rombongan, namun tidak pergi bersama mereka ketika main ski.
Rylan ditemukan sudah tidak bergerak oleh seorang wisatawan ski lain yang melintas di lintasan Rylan.
Saat itu Rylan sudah dalam kondisi tergeletak tidak sadarkan diri.
Wisatawan yang menemukan Rylan langsung melapor ke pengelola resor.
Petugas resor yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Pihak pengelola kemudian menghubungi layanan darurat serta kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya dinyatakan tidak tertolong.
Dari hasil pemeriksaan medis, Rylan meninggal akibat mengalami asfiksia atau mati lemas.
Kesimpulan itu didapat setelah autopsi yang dilakukan pada Jumat (9/1/2026).
Baca juga: Mobil Remuk Kecelakaan, Bos TV Meninggal, Sederet Artis Ucap Duka Cita ke Desainer Ayu Dyah Andari
Pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya luka lain di tubuh korban.
Tidak terdapat patah tulang maupun cedera berat lain yang mengindikasikan benturan keras di bagian tubuh selain leher.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh insiden lilitan tali pembatas, bukan akibat kecelakaan lain seperti tabrakan dengan pemain ski lain atau objek keras.
Kepolisian Hokkaido mengatakan jika di lokasi kejadian memang terdapat deretan tiang dengan jarak kurang dari 10 meter satu sama lain.
Tiang-tiang itu dihubungkan dengan tali yang berfungsi sebagai penanda lintasan ski.
Tali-tali inilah yang membuat Rylan kehilangan nyawa.
Diduga ia meluncur dengan kecepatan tertentu lalu tidak menyadari adanya tali di pembatas sehingga lehernya akhirnya terjerat.
Kabar meninggalnya Rylan Henry Pribadi tersebar di media sosial, juga diunggah sejumlah tokoh publik.
Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartanto turut mengunggah kabar duka yang sama.
Melalui Instagramnya pada Jumat (16/1/2026), Airlangga Hartanto mengunggah potret Rylan sambil mengucapkan duka cita.
"Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi.
Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan almarhum Rylan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin YRA," tulis Airlangga Hartanto di unggahan itu.
Baca juga: Dikembalikan Kami Duka Ayah Syafiq Ali, Bersyukur Jasad Anak Ditemukan, Ikut Cari ke Gunung Slamet
Kabar serupa juga diunggah oleh pengusaha Anindya Bakrie.
Anindya melalui unggahan Instagram pada Jumat (16/1/2026) mengunggah potret Rylan sambil mengucapkan duka cita.
Berikut isi unggahannya:
"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi.
Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi.
Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda. Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya.
Dari usia dini, Rylan melambangkan kepintaran, tata krama, sportifisme, kerja keras dan prestasi yang membanggakan.
Saya yakin Tuhan punya rencana indah di balik duka Reza dan keluarga.
Semoga Reza dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin
Selamat Jalan Rylan.
Rest in Peace."
(Tribun Trends/GPS)