Renungan Harian Kristen 18 Januari 2026 - Mahkota Keagungan di Tangan Tuhan
Bacaan ayat: Yesaya 62:3 (TB) Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Masa sulit bisa datang kapan saja. Paska kejatuhan dalam dosa, kehidupan berubah arah. Dari kehidupan kekal menjadi kehidupan yang sedang menuju kepada kematian.
Bukan hanya kematian jasmani semata, namun juga kematian rohani dimana manusia terpisah dari Allah, dan kematian kekal yaitu kebinasaan.
Dalam masa antara tersebut, penderitaan hadir sebagai bayangan akan kematian. Manusia berjuang untuk bertahan dan mempertahankan kehidupan.
Berbagai peristiwa hilir mudik berganti. Dalam terminologi manusiawi, suka dan duka bergantian hadir.
Dalam makna yang mengalami, setiap orang bisa saja memaknai berdasarkan konteks yang sedang dihadapi.
Bisa jadi satu peristiwa akan dimaknai sebagai kesukaan bagi seseorang, namun menjadi kedukaan bagi yang lain.
Penyebabnyapun beragam. Dari kesalahan diri, kejahatan orang lain, maupun alam yang tidak bersahabat.
Terlempar menjadi bangsa yang terbuang adalah penderitaan.
Bukan hanya tentang politik dimana keberadaan dan eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang hilang, namun bersangkutan langsung dengan teologis yang mempertanyakan: tidakkah Allah sanggup menolong?
Hal ini didasarkan pada konteks kala itu, dimana ketika sebuah bangsa berhasil dikalahkan, maka ilahnyapun kalah, sehingga tidak lagi bisa dipertahankan keberadaannya.
Tentu konteks ini berdampak signifikan bagi kehidupan beriman.
Persoalannya, terbuangnya mereka justru menjadi bentuk hukuman atas ketidaksetiaan yang dilakukan.
Umat Tuhan telah berpaling dengan menyembah ilah-ilah lain. Beberapa nabi palsu mencoba menenangkan dengan memberi harapan palsu bahwa mereka akan pulang kembali dalam waktu yang tidak lama.
Parahnya, harapan palsu tersebut membuat umat 'dininabobokkan' untuk tidak melakukan apapun; kecuali menunggu.
Yesaya tampil dengan pesan Ilahi bahwa benar Allah akan menolong. Namun umat perlu paham untuk bertobat. Dalam hal ini Aktor Penolong ialah Allah.
Saatnya akan tiba bahwa hukuman Tuhan akan usai. Allah kembali berkenan kepada umat-Nya. Itu sebabnya, Allah pula yang bertindak untuk memulihkan keadaan umat-Nya.
Akan terjadi perubahan status dan sebutan, beberapa diantaranya: bangsa yang kudus, orang tebusan Tuhan, yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan, berkenan kepada-Ku dan bersuami.
Puncaknya umat Tuhan disebut sebagai "mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu."
Dari kisah tersebut, umat percaya belajar untuk percaya bahwa dalam situasi tergelap sekalipun, Allah akan selalu tampil sebagai Penolong.
Penting untuk memahami diri sebagai umat Tuhan yang disebut sebagai mahkota: memancarkan kemuliaan Tuhan!
Untuk itu jangan pernah menyerah. Penderitaan adalah realita kehidupan.
Perlu memaknai dengan cara yang benar agar selaras dengan karya Tuhan yang dinyatakan. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho