Rismon Ingatkan Damai Lubis soal Perjuangan Ungkap Ijazah Jokowi seusai SP3 Bersama Eggi Terbit
January 17, 2026 04:42 PM

- Tersangka tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar, mengingatkan Damai Hari Lubis terkait percakapan di antara mereka sebelum status sebagai tersangka dicabut setelah terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Damai kini memang sudah tidak berstatus sebagai tersangka tuduhan ijazah palsu Jokowi.

Adapun hal ini turut dialami oleh advokat, Eggi Sudjana. Adapun SP3 terhadap mereka terbit pada Kamis (15/1/2026) lalu.

Rismon pun menilai Damai bersifat egois setelah mau untuk menerima pencabutan status tersangka dalam kasus ini.

Menurutnya, terbitnya SP3 terhadap Damai karena meminta maaf kepada Jokowi saat bertemu di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, pencabutan status tersangka terhadap Damai maupun Eggi karena adanya pengajuan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Meskipun, tudingan itu dibantah oleh Damai di mana dirinya tidak meminta maaf saat menyambangi kediaman mantan Wali Kota Solo itu.

"Jadi yang pasti bagi saya ini (Damai menerima pencabutan status tersangka) egoisme sih," katanya dikutip dari program Bola Liar di YouTube Kompas TV, Sabtu (17/1/2026).

Rismon lantas mengingatkan Damai terkait diskusi panjang yang pernah dilakukan bersama saat awal memulai untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi pada 15 April 2025 lalu.

Damai, kata Rismon, mengungkapkan pengungkapkan keaslian ijazah Jokowi demi kepentingan masyarakat Indonesia dan membenahi mekanisme pencalonan kepala daerah maupun capres dan cawapres dalam pemilu mendatang.

Dia menegaskan tidak ada kepentingan pribadi dalam upaya mengungkap keaslian ijazah ayah dari Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, tersebut.

"Bang DHL (Damai Hari Lubis) bagaimana kita berdiskusi panjang pada 15 April (untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi), untuk apa? Untuk republik ini, perbaikan sistem seleksi (pencalonan) di KPU (pada pemilu) mendatang."

"Ini bukan masalah personal kita, masalah Roy Suryo, Rismon, Tifa, bukan. Supaya ada perbaikan sistem seleksi KPU ke depan, ada transparansi, kebutuhan rakyat untuk transparan. Jangan sampai ada lagi wapres tak lulus SMA, diloloskan cawapresnya itu, hanya modal surat keterangan," bebernya.

Rismon pun membantah telah pecah kongsi dengan Damai setelah terbitnya SP3. Dia mengaku tidak pernah merasa satu kubu dengan Damai maupun Eggi.

Dia kembali menegaskan upayanya mengungkap keaslian ijazah Jokowi demi kepentingan bangsa dan perbaikan pemilu ke depannya.

"Kalau dipecah (kongsi) itu seolah-olah ini kebutuhan personal RRT (Roy Suryo, Rismon, Tifa) dan lainnya. Ini kebutuhan republik ini mengetahui riwayat pendidikan presidennya yang dua periode," ujarnya.

"Perbincangan kita (Rismon dan Damai) panjang by telephone, pembicaraan kita demi negara ini, bukan kepentingan Roy, Rismon, atau Tifa," sambung Rismon.

 

#Ijazah Jokowi #jokowi #eggi sudjana #roy suryo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.