Sejarah Singkat Universitas Negeri Manado, Kampus Sejuk dengan Pemandangan Danau Tondano
January 17, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Negeri Manado (Unima) merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Sulawesi Utara.

Kampus Unima terletak di Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Minahasa, Sulut.

Jaraknya kurang lebih 35 km dari pusat kota Manado.

Kesana, dapat ditempuh sekira 80 menit dengan kendaraan bermotor.

Letaknya yang berada di perbukitan membuat udara disana sejuk.

Pemandangan Danau Tondano dapat dilihat dari Kantor Pusat Unima.

Sejarah Singkat

Universitas Negeri Manado (Unima) sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Manado (IKIP Manado). 

IKIP Manado pada awalnya berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), satu dari 4 (empat) PTPG yang pertama didirikan di Indonesia yaitu PTPG Batusangkar, PTPG Malang, PTPG Bandung, PTPG Tondano.

PTPG Tondano didirikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2450/ KB/ 1955 tanggal 22 September 1955.

Sebagai Dekan PTPG Tondano yang pertama adalah Prof. Mr. G. M. A. Inkiriwang (1955-1956).  

PTPG Tondano dalam perkembangannya mengalami perubahan-perubahan nama.

Pada tahun 1956 PTPG diubah menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar dan tetap dipimpin oleh Prof. Mr. G.M.A.Ingkiriwang (1956-1958) sebagai Dekan FKIP Unhas.

Dari Tahun 1958-1961 Prof. Drs. W.F.J.B.Tooy memimpin sebagai Dekan FKIP Unhas di Manado.

Di masa kepemimpinan Prof.Drs. W.F.J.B.Tooy, terjadi dua kali perubahan nama.

Pada tahun 1961 menjadi Universitas Sulawesi Utara dan Tengah (Unsuluteng) Manado.

Kemudian tahun 1963 berubah lagi menjadi IKIP Manado Cabang Jogyakarta, dan Prof. Drs. W.F.J.B.Tooy menjabat sebagai Dekan Koordinator IKIP Jogya sampai tahun 1965.

Tahun 1965 merupakan momentum penting.

Saat itu, IKIP Manado mulai berdiri sendiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 38 tanggal 8 Maret 1965 Kepres Nomor 275 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965 berkedudukan di Manado.

Sebagai Ketua Konsorsium ditunjuk Brigadir Jenderal Soenandar Priyosoedarmo (1965-1966).

Sejak tahun 1966 Prof. Drs. W.F.J.B. Tooy kembali dipercayakan menjadi Rektor IKIP Manado sampai dengan tahun 1970.

Antara tahun 1970-1971 E. Hampp, MA ditunjuk sebagai pejabat sementara, dan Prof. Mr. G.M.A. Ingkiriwang  tahun 1971-1973.

Tahun 1973-1982 IKIP Manado dipimpin oleh Prof. Drs. E.A. Worang sebagai rektor.

Dalam kurun waktu ini beberapa dosen ditugaskan studi doktor di IKIP Bandung dan IKIP Malang.

IKIP Manado membuka IKIP Cabang Gorontalo pada Tahun 1980.

Kemudian berkembang menjadi IKIP Gorontalo dan sekarang ini menjadi Universitas Negeri Gorontalo.

Pada tahun 1983, saat IKIP Manado dipimpin oleh Rektor Prof. DR. A. E. Sinolungan, SH pindah ke kampus baru.

IKIP Manado pindah ke Kampus Tonsaru di Tondano dengan lokasi lahan ± 300 Ha.

Bekas Kampus Kleak diserahkan pada Usrat.

Prof. Dr. A.E. Sinolungan memimpin IKIP Manado selama dua periode.

Penataan kampus IKIP Manado di Tondano dan pengembangan lainnya diteruskan oleh kepemimpinan dua rektor yaitu Prof. Dr. Max Wullur, M.Sc, dan Prof. Dr. J. Turang. 

Dibawah kepemimpinan Rektor Drs. J.L.L. Lombok, SH, MSi, IKIP Manado mengalami perubahan bentuk.

Pada tanggal 13 September 2000 dikonversi menjadi Universitas Negeri Manado (Unima) berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 127 Tahun 2000.

Diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Yahya Muhaimin pada tanggal 14 Oktober 2000.

Saat itu ada 6 fakultas, dan mendapatkan perluasan mandat (wider mandate) untuk melaksanakan dua fungsi utama, yaitu menyelenggarakan program kependidikan dan program non kependidikan. 

Sejak Tahun 2008, Unima dipimpin Prof. Dr. Ph. E.A. Tuerah, Msi, DEA sebagai Rektor periode 2008-2012, dan masih terus berlanjut pada periode kedua untuk Tahun 2012-2016.

Pada kedua periode ini Unima melakukan modernisasi dengan membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana dengan membangun sistem berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung visi UNIMA ke depan yaitu Bermutu, Unggul, dan Diperhitungkan. 

Pada September 2016, Unima resmi dipimpin oleh Prof.Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, MS.

Sebagai Rektor beliau tentunya memiliki visi kedepan yang akan menjadi landasan pengembangan program dan kegiatan operasional Unima.

Visi Universitas Negeri Manado yang  beliau usulkan pada periode 2016-2020 adalah, “Menjadi Universitas yang berkarakter, inovatif, dan unggul kompetitif”. 

Kemudian pada September 2020, Unima beralih kepemimpinan ke Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd.

Visi Universitas Negeri Manado yang beliau usulkan adalah "Unima Unggul dan Inovatif berdasarkan Mapalus."

Terakhir pada Februari 2025, Unima yang telah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) resmi dipimpin oleh Dr. Joseph Philip Kambey, SE. Ak., MBA dengan visi "Unima Unggul, Mandiri, Kompetitif dan Entrepreneurial."

Itulah sejarah singkat Universitas Negeri Manado yang dikutip Tribun Manado dari website resmi Unima.

(TribunManado.co.id/Ico)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.